Berita Bisnis
Siap-siap, Harga Beras dan BBM Diprediksi Naik Imbas dari Perang Palestina vs Israel
Harga beras dan BBM nonsubsidi di Indonesia diperkirakan bakal terus melambung sebagai imbas dari pecahnya perang Palestina vs Israel.
Beberapa faktor yang membuat harga minyak tidak seliar 1973 adalah relaksasi pembatasan ekspor minyak dari Rusia yang diperkirakan menambah pasokan minyak global.
"Kemudian, belum jelasnya pemangkasan produksi minyak yang masih dibahas pada pertemuan Saudi Arabia dan Rusia pada November mendatang," kata Bhima
Baca juga: 10 WNI di Jalur Gaza Terancam akibat Perang Palestina vs Israel, Kemenlu Upayakan Evakuasi
Berapa banyak produksi yang dipangkas, ucap Bhima, masih teka teki.
Kemudian, faktor lain adalah dollar AS yang menguat menjadi kabar buruk bagi pemain komoditas minyak karena kekhawatiran banyak negara importir minyak mengurangi permintaan impor karena selisih kurs.
"China, sebagai negara konsumen energi yang besar sedang mengalami slowdown ekonomi hingga 2024 mendatang, dengan outlook pertumbuhan ekonomi 4,4 persen atau dibawah proyeksi Indonesia yang sebesar 5 persen."
"Industri di China tidak sedang ekspansi sehingga mempengaruhi demand minyak global," ujar Bhima.
Diketahui, Konflik Palestina vs Israel kembali pecah setelah Hamas melancarkan serangan mendadak ke kota-kota Israel pada Sabtu (8/10/2023).
Serangan itu menewaskan lebih dari 200 warga sipil Israel.
Sedangkan, lebih dari 230 warga Palestina tewas ketika Israel membalas dengan serangan balasan paling menghancurkan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ekonom Sebut Harga BBM dan Beras Bakal Melonjak Imbas Perang Hamas Vs Israel, Ini Indikatornya.
Baca juga: Kemenkeu Lelang Barang Elektronik, Harga Limit PS5 Hanya Rp1 Juta. Berminat?
Baca juga: Disebut Saksi Kunci, Keterangan Kapolrestabes Semarang Ungkap Ada Tidaknya Pemerasan Pimpinan KPK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sejumlah-pekerja-sedang-menimbang-beras-di-Pasar-Baru-Kudus.jpg)