Berita Bisnis
Siap-siap, Harga Beras dan BBM Diprediksi Naik Imbas dari Perang Palestina vs Israel
Harga beras dan BBM nonsubsidi di Indonesia diperkirakan bakal terus melambung sebagai imbas dari pecahnya perang Palestina vs Israel.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Harga beras dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia diperkirakan bakal terus melambung sebagai imbas dari pecahnya perang Palestina vs Israel.
Direktur Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memaparkan, perang Palestina vs Israel bakal memicu pola investasi dari para investor.
"Dampak dari konflik Israel-Palestina akan memicu investor lakukan pergeseran (investasi) ke aset yang aman," ujar Bhima dikutip dari Tribunnews, Selasa (10/10/2023).
Pergeseran tersebut akan memicu dollar AS menguat secara jangka pendek.
Dollar indeks misalnya, menguat ke level 106.
Kondisi ini membuat Rupiah mengalami depresiasi terhadap dollar AS.
Harga harga barang impor akan semakin mahal, khususnya pangan.
"Contohnya, beras. Meskipun ada negara yang siap jual ke Indonesia tapi biaya impor berasnya dipengaruhi dolar AS sehingga beras impor harganya naik," kata Bhima.
Baca juga: Pecah Perang Palestina vs Israel, Ini Duduk Perkara hingga Kondisi Terkini
Selain beras impor, harga BBM akan lebih mahal.
Menurut Bhima, pilihan pemerintah apakah alokasi subsidi energinya naik atau diteruskan ke masyarakat membayar BBM lebih tinggi.
"Inflasi menjadi ancaman serius bagi daya beli domestik. Dampak lain adalah ketidakpastian bonanza komoditas, apakah akan terus berlanjut," terang Bhima.
Konflik di Timur Tengah yang memanas bisa menaikkan harga minyak mentah hingga 90-92 dolar AS per barrel.
Saat ini, dipasar spot, harga minyak berkisar 83 dolar AS per barrel.
"Meski naik, tetap belum mampu menandingi harga saat krisis minyak mentah 1973 yang saat itu menembus rekor kenaikan tertinggi dari 2 dollar AS per barrel menjadi 11 dollar AS per barrel atau naik 450 persen," tutur Bhima
Bhima mengatakan, faktor politik dan keamanan memang punya andil. Tapi, pasar minyak, akhir-akhir ini, cenderung mengalami anomali pasokan dan permintaan sekaligus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sejumlah-pekerja-sedang-menimbang-beras-di-Pasar-Baru-Kudus.jpg)