Berita Jateng
Sempat Tutup Demi Biayai Berobat Anak, Bisnis Es Degan Harkan di Kudus Kini Kembali Moncer
Kesuksesan pelaku usaha tidak bergantung pada jenis usaha yang digeluti. Termasuk profesi menjadi seorang pedagang kelapa muda (degan).
Penulis: Saiful Masum | Editor: khoirul muzaki
Dia menggandeng mitra usaha untuk membangun kembali usaha jualan es kelapa muda yang pernah ditekuni beberapa tahun lalu. Kini diberi nama Angkringan 88 Degan Kopyor terletak di Jalan Lingkar Utara, Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Baca juga: Jelang Kualifikasi Piala Asia 2024, Skuad Timnas U-23 Latihan Perdana di Stadion Sriwedari Solo
Angkringan tersebut menjual kelapa muda jenis kopyor, hijau, dan Wulung. Satu porsi degan hijau dibandrol Rp 5.000, satu biji degan wulung Rp 15.000, dan satu biji degan kopyor dibandrol Rp 50.000.
"Saya gunakan resep sirup dan gula aren sebagai varian rasa. Saya buat sendiri agar muncul cita rasa yang berbeda dengan es kelapa muda lainnya," tuturnya.
Usaha es degan milik Harkan terus berkembang pesat. Kini penjualannya mencapai 60-100 butir setiap harinya.
Angkringan 88 Degan Kopyor buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 24.00 WIB. Pembeli tidak hanya datang dari masyarakat Kabupaten Kudus saja, namun juga berasal dari berbagai daerah lainnya.
"Untuk degan-degan semua diambil dari Cilacap. Kulakan bisanya dua Minggu sekali sekitar 1.500 biji. Prinsipnya untung dikit enggak apa-apa, asal bisa mendatangkan banyak pelanggan," jelas dia.
Harkan juga memberikan fasilitas wifi gratis kepada pelanggan yang pesan minuman di tempat. Terbukti bisa menarik perhatian para remaja, untuk sekadar nongkrong sambil menikmati es degan.
Dia berharap, es degan usahanya bisa terus digemari oleh masyarakat umum. (Sam)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.