Berita Jateng
Sempat Tutup Demi Biayai Berobat Anak, Bisnis Es Degan Harkan di Kudus Kini Kembali Moncer
Kesuksesan pelaku usaha tidak bergantung pada jenis usaha yang digeluti. Termasuk profesi menjadi seorang pedagang kelapa muda (degan).
Penulis: Saiful Masum | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kesuksesan pelaku usaha tidak bergantung pada jenis usaha yang digeluti. Termasuk profesi menjadi seorang pedagang kelapa muda (degan).
Menjadi pedagang es kalapa muda nampaknya tidaklah mudah. Butuh ketekunan dan kerja keras untuk bisa membawa usaha tersebut diminati masyarakat secara umum.
Harkan Widjanarto (48), sudah membuktikan bahwa profesi sebagai pedagang es kelapa muda bisa disulap menjadi suatu pekerjaan yang menjanjikan.
Meski mengalami pasang surut, Harkan mampu bertahan sejak merintis usaha 2015 lalu hingga sekarang.
Dia terlihat masih semangat menjalani rutinitas sebagai pedagang degan di tempat barunya Angkringan 88 Degan Kopyor di Jalan Lingkar Utara, Peganjaran Kudus.
Usahanya semakin berkembang setelah menggandeng mitra usaha, kini sudah memiliki satu orang karyawan yang membantu dia dalam berdagang. Tercatat kurang lebih 60-100 butir degan miliknya ludes setiap hari.
Kepada tribunjateng.com, Harkan bercerita, perjalanannya selama menjadi pedagang degan tidak lah mudah layaknya membalikkan telapak tangan.
Semasa muda, dia pernah ikut merantau ke Bogor bersama neneknya untuk berjualan kelapa muda dalam beberapa tahun.
Baca juga: Tandai Peresmian Supersoccer Arena Kudus, Persis Solo Women Bekuk Persib Bandung Women 0-2
Selama di perantauan, Harkan belajar dari neneknya bagaimana meramu es degan yang enak di lidah masyarakat secara umum. Es degan yang mempunyai cita rasa khas untuk memunculkan rasa yang berbeda dengan es degan pada umumnya.
"Resep bagaimana membuat es degan dengan rasa yang khas, saya belajar dari nenek saya. Kemudian saya terapkan begitu mulai usaha sendiri," terangnya, Senin (4/9/2023).
Meski hanya sebagai pedagang kelapa muda, Harkan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Kala itu, usaha yang dibangunnya cukup sukses dan sudah memiliki pelanggan tetap.
Namun usaha milik Harkan terpaksa berhenti setelah berjalan tiga tahun. Semua modal usahanya digunakan untuk mengobati sang anak.
"Setelah semua modal usaha habis untuk pengobatan anak, usaha saya terpaksa berhenti sementara. Kemudian beralih di bidang profesi kelistrikan untuk mengumpulkan modal kembali," ujarnya.
Harkan kembali membangun usaha berjualan es kelapa muda pada pertengahan 2023.
Dia menggandeng mitra usaha untuk membangun kembali usaha jualan es kelapa muda yang pernah ditekuni beberapa tahun lalu. Kini diberi nama Angkringan 88 Degan Kopyor terletak di Jalan Lingkar Utara, Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Baca juga: Jelang Kualifikasi Piala Asia 2024, Skuad Timnas U-23 Latihan Perdana di Stadion Sriwedari Solo
Angkringan tersebut menjual kelapa muda jenis kopyor, hijau, dan Wulung. Satu porsi degan hijau dibandrol Rp 5.000, satu biji degan wulung Rp 15.000, dan satu biji degan kopyor dibandrol Rp 50.000.
"Saya gunakan resep sirup dan gula aren sebagai varian rasa. Saya buat sendiri agar muncul cita rasa yang berbeda dengan es kelapa muda lainnya," tuturnya.
Usaha es degan milik Harkan terus berkembang pesat. Kini penjualannya mencapai 60-100 butir setiap harinya.
Angkringan 88 Degan Kopyor buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 24.00 WIB. Pembeli tidak hanya datang dari masyarakat Kabupaten Kudus saja, namun juga berasal dari berbagai daerah lainnya.
"Untuk degan-degan semua diambil dari Cilacap. Kulakan bisanya dua Minggu sekali sekitar 1.500 biji. Prinsipnya untung dikit enggak apa-apa, asal bisa mendatangkan banyak pelanggan," jelas dia.
Harkan juga memberikan fasilitas wifi gratis kepada pelanggan yang pesan minuman di tempat. Terbukti bisa menarik perhatian para remaja, untuk sekadar nongkrong sambil menikmati es degan.
Dia berharap, es degan usahanya bisa terus digemari oleh masyarakat umum. (Sam)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.