Densus 88 di Solo Raya

Total 5 Terduga Teroris Ditangkap di Boyolali dan Sukoharjo, Bersiap Serang Polresta Solo

Tim Densus 99 Antiteror Polri menangkap lima orang dalam operasi di Boyolali dan Sukoharjo, sepekan terakhir.

|
Editor: rika irawati
Tribunsolo.com/Zharfan Muhana
Densus 88 Antiteror menyita sejumlah barang saat menggeledah rumah terduga teroris berinisal S di Banyudono, Boyolali, Jumat (4/8/2023). S disebut terlibat bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Tim Densus 99 Antiteror Polri menangkap lima orang dalam operasi di Boyolali dan Sukoharjo, sepekan terakhir.

Satu di antara terduga pelaku teror itu merupakan seorang perempuan.

Kelimanya ditangkap karena berencana menargetkan Polresta Solo.

PPID Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar menjelaskan, penangkapan dilaksanakan mulai dari istri pelaku bom Polsek Astanaanyar Bandung, berinisial RS alias UD.

Perempuan ini ditangkap di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (27/7/2023), pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Geledah Rumah Penjahit Jas di Boyolali, Densus 88 Sita Panci Presto hingga Motor. Masih Cari Sepatu

RS yang merupakan istri tersangka AS alias AM, menjadi buron sejak suaminya menjadi pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2022.

"Istri dari saudara AS alias AM, pelaku bom bunuh diri di Astanaanyar. Dia mengetahui rencana yang akan dilakukan oleh suaminya tersebut dan kemudian mendorong suaminya berperan itu (melakukan pengeboman)," kata Kombes Aswin Siregar, dalam konferensi pers di Polresta Solo, Jumat (4/8/2023).

Dari penangkapan RS, dilakukan pengembangan. Hingga kemudian, Densus 88 menangkap S, di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (1/8/2023), pukul 16.00 WIB.

Penangkapan berlanjut pada Rabu (2/8/2023), dengan tersangka T, di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Selanjutnya, pada Kamis (3/8/2023), penangkapan dilaksanakan dua kali dalam satu hari, yakni tersangka AG alias AS, di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo; dan TS, warga Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Aswin mengatakan, tersangka S merupakan jaringan terorisme dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sejak 2008 sampai 2014.

Kemudian, menjadi simpatisan ISIS dari 2014 hingga sekarang.

Baca juga: Densus 88 Antiteror Amankan Warga Cemani Sukoharjo, Pengembangan dari Penangkapan Warga Boyolali

Sedangkan keempat tersangka lain, terafiliasi menjadi jaringan Asrori Daulah.

Hasil penyelidikan, tersangka S sebagai Amir atau pemimpin otak pengeboman di Polsek Astanaanyar Bandung dan akan melakukan pengeboman di Polresta Solo.

"Pernyataan dari S, sebetulnya, di dua tempat, AG atau AS memilih untuk lokasi di Bandung. Sedangkan S memilih untuk lokasi di Solo atau Surakarta," katanya.

"Alhamdulillah, ini bisa kami cegah. Karena memang ada satu paket yang sudah dia siapkan dan sedang mencari pengantinnya (eksekutor pengeboman)," lanjutnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Densus 88 Tangkap 5 Teroris yang Targetkan Polresta Solo, Salah Satunya Istri Pelaku Bom Polsek Astanaanyar".

Baca juga: Berminat Ikut Upacara 17 Agustus di Istana Negara? Daftar di Link Berikut, Dibuka Mulai 5 Agustus

Baca juga: Temukan 434 Tawaran Pinjol Ilegal, OJK Ingatkan Warga Prinsip 2L Sebelum Tergiur Tawaran Pinjol

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved