Superball

Jamin Masa Depan Pemain Timnas dan Eks-Timnas, PSSI Bentuk Yayasan. Gandeng Mantan Pimpinan KPK

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) membentuk Yayasan PSSI untuk menjamin masa depan pemain sepak bola, khususnya pemain timnas dan eks timnas.

Editor: rika irawati
TRIBUNJATIM/Habibur Rohman
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat meninjau Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (6/6/2023). Erick Thohir membentuk Yayasan PSSI untuk menjamin masa depan pemain timnas dan eks timnas Indonesia. Yayasan ini dikelola dengan menggandeng mantan pimpinan KPK. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) membentuk Yayasan PSSI untuk menjamin masa depan pemain sepak bola, khususnya pemain timnas dan eks timnas.

Tak main-main, guna menunjukkan keseriusan membentuk yayasan ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menggandeng mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua tokoh tersebut adalah mantan ketua KPK Taufiqurrahman Ruki yang diberi tugas sebagai pembina dan mantan komisioner KPK Chandra Hamzah sebagai pengawas Yayasan PSSI.

Erick berharap, penujukkan mantan pimpinan lembaga antirasuah itu mencegah adanya ruang bagi siapapun bermain-main dengan dana Yayasan PSSI.

Baca juga: Terungkap Alasan PSSI Mewajibkan Klub Liga 1 Punya Pemain Asing dari ASEAN, Demi Kepentingan Bisnis

Menurut Erick Thohir, pembentukan Yayasan PSSI memiliki tujuan mulia.

Satu di antaranya, menjamin masa depan para pemain sepak bola profesional.

Menurut Erick, di karier sepak bola yang singkat, para pemain muda dan pemain yang berada di puncak prestasi, perlu merasa terlindungi, baik selama dan pasca-bermain bola sehingga mereka bisa fokus dalam menekuni jalan hidup di lapangan hijau.

"Organisasi seperti PSSI yang sudah lama berdiri sudah sewajarnya merawat dan memerhatikan stakeholder yang pernah membesarkannya."

"Terutama, pemain yang mungkin setelah masa baktinya usai berada dalam situasi sulit."

"Yayasan PSSI ini tak hanya fokus membantu para pensiunan tapi juga berperan memberikan arah kepada pemain muda dan profesional bagaimana menyiapkan jaminan masa depan setelah tak lagi merumput," ujar Erick Thohir saat meresmikan Yayasan PSSI di Kantor PSSI, GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (22/6).

Ia menambahkan, apa yang dilakukan PSSI dengan membentuk yayasan, tak lain untuk mengurangi beban pemerintah yang memiliki anggaran terbatas dalam memerhatikan mantan pesepak bola yang telah mengharumkan nama Indonesia namun kurang mendapatkan atensi.

Karena itu, Erick menyatakan, lewat pembenahan keuangan serta perbaikan ekosistem sepakbola, terutama yang menyangkut bisnis, diharapkan akan terkumpul dana abadi yang dikelola Yayasan PSSI untuk kepentingan bersama.

"Selain itu, kami ingin meniru apa yang dilakukan di Jepang, yang memiliki program post atlet."

"Lewat program itu, para pesepak bola yang akan memasuki masa pensiun sudah mengetahui akan kemana melanjutkan kariernya. Apakah akan menjadi pelatih atau pegawai negeri sipil (PNS), atau wirausaha."

"Pemahaman dan informasi saat memasuki masa purna bakti, akan membuat mereka dapat bertahan hidup dan tidak menjadi beban bagi PSSI maupun pemerintah," lanjutnya.

Baca juga: WOW, Juara Liga 1 2023/2024 Bakal Diguyur Hadiah Rp5 Miliar. Subsidi Klub Bakal Lebih Kompetitif

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved