Berita Kudus

Bingung Cari Hewan Kurban Sehat? Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sarankan Ternak Beranting Barcode

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus mengimbau masyarakat membeli hewan kurban berlabel eartag atau memiliki tanda anting di telinga.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/REZANDA AKBAR
Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Sidi Pramono, menunjukkan penggunakan aplikasi Identik PKH lewat cara memindai barcode eartag ternak untuk mengetahui informasi hewan ternak, Selasa (13/6/2032). Cara ini memudahkan calon pembeli mencari hewan ternak sehat untuk kurban. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS — Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus mengimbau masyarakat membeli hewan kurban berlabel eartag atau memiliki tanda anting di telinga.

Tanda ini memudahkan calon pembeli mengecek riwayat kesehatan dan vaksinasi hewan, khususnya sapi dan kerbau.

Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Sidi Pramono mengatakan, pada ertag atau tanda anting tersebut ada barcode berisi kondisi dan riwayat ternak.

"Kalau sudah divaksin, akan dipasang eartag ber-barcode. Nanti bisa discan dan dilihat informasi hewan ternak mulai dari pemilik, jenis hewan, berat, sampai riwayat vaksin," kata Sidi Pramono di Kudus, Jumat (16/6/2023).

Baca juga: Soal Hewan Ternak Sembuh dari LSD untuk Kurban, MUI Kudus Tunggu Fatwa MUI Pusat

Baca juga: Daging Lebih Banyak, Sapi Bali Jadi Primadona untuk Kurban di Solo

Sidi Pramono mengatakan, vaksin yang diberikan pada hewan ternak tersebut terutama vaksin Lumpy Skin Disease (LSD) serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Calon pembeli bisa memindai barcode itu menggunakan aplikasi Identik PKH yang bisa diunduh di Playstore.

Aplikasi ini dikeluarkan Kementerian Pertanian.

Lewat cara ini, Sidi Pramono berharap, masyarakat bisa lebih mudah mencari hewan ternak yang sehat untuk dikurbankan.

Apalagi, menjelang Hari Raya Iduladha, banyak hewan kurban yang didatangkan dari luar Kudus untuk memenuhi kebutuhan berkurban.

"Saat ini banyak hewan-hewan kurban yang datang dari luar Kudus, itu yang terkadang belum terpasang eartag. Jadi, bagi masyarakat awam yang sulit membedakan hewan sehat, akan bingung memilih," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved