Berita Tegal

Keluarga Siswi Putus Sekolah asal Brebes Dibantu Pemkot Tegal, Terima Bansos setelah Pindah Domisili

Pemkab Brebes dan Pemkot Tegal turun tangan mendatangi kediaman balita gizi buruk asal Brebes yang berobat di RSUD Kardinah, Kota Tegal.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIIN ACHMAD
Petugas dari Pemkab Brebes dan Pemkot Tegal mengunjungi rumah kontrakan balita gizi buruk di Kelurahan Kalinyamatkulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Minggu (28/5/2023). Mereka akan segera mengurus kepindahan penduduk keluarga dari Brebes tersebut agar mempermudah dan mendapat bantuan dari Dinas Sosial karena pengobatan dilakukan di Kota Tegal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pemkab Brebes dan Pemkot Tegal turun tangan mendatangi kediaman balita gizi buruk asal Brebes yang berobat di RSUD Kardinah, Kota Tegal.

Mereka bakal membantu pembiayaan lewat Dinas Sosial (Dinsos).

Kondisi kesehatan balita bernama Cintya Rizki Azalia (3) itu tak hanya mengganggu pertumbuhan.

Diberitakan sebelumnya, kondisi Cintya juga mempengaruhi pendidikan sang kakak, Anisa Maharani (15).

Bahkan, Anisa terpaksa putus sekolah di SMP Negeri 1 Wanasari, Brebes, lantaran membantu orangtua menunggui Cintya saat dirawat di rumah sakit.

Saat ini, untuk mempermudah pengobatan Cintya di RSUD Kardinah, Kota Tegal, keluarganya mengontrak rumah di Kelurahan Kalinyamatkulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Baca juga: Siswi SMPN 1 Wanasari Brebes Terpaksa Putus Sekolah, Bantu Orangtua Mengasuh Adik Stunting

Pemberitaan tentang keluarga Cintya yang memprihatinkan membuat Pemkab Brebes dan Pemkot Tegal, Minggu (28/5/2023), mendatangi keluarga tersebut.

Mereka pun mengupayakan bantuan. Agar lebih mudah, Pemkot Tegal meminta Orangtua Cintya, Isfandi (49) dan Lina Handayani (37), pindah domisili.

Warga ber-KTP Desa Kaligangsawetan RT 02 RW 06, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, itu diminta pindah ke Kota Tegal.

Hadir dalam tinjauan tersebut dari unsur kelurahan/desa, kecamatan, dinas kesehatan, dan dinas sosial dari Pemkab Brebes dan Pemkot Tegal.

Camat Margadana Kota Tegal Ary Budi Wibowo mengatakan, Pemkot Tegal meminta orangtua dari balita tersebut pindah data kependudukan ke Kota Tegal untuk mempermudah penanganan balita dan agar keluarga mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial.

Ia mengatakan, balita tersebut saat ini sudah mendapatkan pengobatan di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Setelah pemindahan dokumen kependudukan tersebut, keluarga itu bisa terdata dan mendapatkan bantuan dari Dinsos.

"Jadi, ketika benar-benar bisa di sini (ber-KTP Kota Tegal, Red), kami lebih bisa serius menangani," katanya.

Ary mengatakan, pihaknya juga akan membantu pengurusan dokumen kependudukan orangtua balita tersebut di Disdukcapil Kota Tegal.

Termasuk, segera mengusahakan agar datanya masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"DTKS setiap bulan kami melakukan musyawarah kelurahan, nanti kami usulkan agar langsung masuk," ungkapnya.

Baca juga: Heboh Markhamah Temukan Granat Aktif di Lemari Kontrakan Adiwerna Tegal, Milik Siapa?

Camat Brebes Asif Fauzan mengatakan, ia sangat berterima kasih kepada media atas pemberitaan balita tersebut.

Sehingga, Pemkab Brebes, kecamatan, hingga kepala desa, bisa langsung melacak keberadaannya.

Orangtua balita tersebut memang berasal dari Brebes tetapi sudah lama mengontrak di Kota Tegal.

"Kami sudah sepakat, kami sampaikan ke Camat Margadana Tegal, supaya diterima dan akan dibantu kepengurusannya (pindah penduduk, Red)."

"Besok Senin, akan diurus dan supaya segara diusulkan dalam DTKS," ujarnya.

Orangtua balita gizi buruk, Isfandi mengatakan, ia sangat berterima kasih atas gerak cepat dan perhatian dari Pemkot Tegal dan Pemkab Brebes.

Dia pun tak mempermasalahkan haurs pindah kependudukan di Kota Tegal.

Ia mengatakan, Pemkot Tegal pun siap membantu mengurus semua dokumen, baik di Disdukcapil dan Dinsos.

"Mereka siap membantu dari awal sampai akhir. Saya sebagai keluarga mengucapkan terima kasih," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam itu.

Namun, belum diketahui bagaimana kelanjutan sekolah putri sulungnya, Anisa Maharani.

Diharapkan, selain bantuan kesehatan Cintya Rizki Azalia, ada solusi bagi pendidikan Anisa yang seharusnya tahun ini nak kelas 8. (*)

Baca juga: 21 Jemaah Calon Haji Indonesia Dirawat di RS akibat Cuaca Ekstrem: Hujan Es di Tengah Suhu Terik

Baca juga: Polisi Periksa 20 Saksi, Pria Bertato Naga di Solo Diduga Dimutilasi karena Cinta Segitiga

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved