Anas Urbaningrum Bebas
Bebas Besok, Ini Profil dan Perjalanan Kasus Anas Urbaningrum Eks Ketum Demokrat
Sebagai ketua organisasi mahasiswa itu, Anas berada di tengah pusaran perubahan politik pada Reformasi 1998.
Sampai saat ini, para loyalis dan simpatisan Anas menganggap kasus korupsi tersebut adalah bentuk kriminalisasi terhadap Anas.
Koordinator Nasional Anas Urbaningrum, Muhammad Rahmad menyebut pada saat itu, Anas yang sedang menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, sedang dikrimilaisasi.
Maka banyak loyalisnya yang marah hingga membakar kartu tanda anggota (KTA) hingga keluar dari partai.
"Pendukung Mas Anas pada saat itu banyak yang membakar KTA, membakar jaket Partai Demokrat dan pindah ke partai lain. Padahal mereka-mereka itu adalah vote getter, orang-orang yang punya pengaruh besar di lingkungan masyarakat yang pindah ke partai lain," papar Rahmad.
Di sisi lain Muhammad Rahmad mengatakan, Partai Demokrat semestinya tidak perlu gerah dengan bebasnya Mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI era akhir orde baru itu.
"Sebetulnya itu ketakutan yang tidak beralasan bagi Partai Demokrat ya," kata Rahmad mengawali
Hanya Rahmad mengingatkan kembali efek ketika Anas terjerat kasus korupsi Hambalang pada 2013 silam.
"Tetapi memang tidak bisa dipungkiri, ketika ketua umumnya dulu dikriminalisasi oleh rezim pada masa itu, suara Partai Demokrat langsung anjlok." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/eks-ketum-partai-demokrat-anas-urbaningrum.jpg)