Berita Semarang

22 PSK Terjaring Razia saat Mangkal di Tepi Jalanan Kota Semarang, Langsung Dikirim ke Panti Rehab

Sebanyak 22 pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia Satpol PP Kota Semarang, Sabtu (11/3/2023) malam.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK SATPOL PP KOTA SEMARANG
Sejumlah PSK terjaring razia Satpol PP Kota Semarang saat mangkal di pinggir jalan, Sabtu (11/3/2023) malam. Total, ada 22 PSK yang terjaring dalam razia yang digelar Satpol PP, malam itu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 22 pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia Satpol PP Kota Semarang, Sabtu (11/3/2023) malam.

Razia dilakukan sepanjang Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjung, Tanggul Indah Jalan Majapahit, dan Jalan Muradi.

Saat dikukut, mereka tengah mangkal di jalanan. Namun, ada pula yang hendak melayani tamu di hotel kelas melati.

Baca juga: Dua PSK Hamil Terjaring Razia Satpol PP Kota Semarang, Beralasan Suami Nganggur

Baca juga: Emosi Lihat Dada PSK yang Disewa Ada Ciuman Cupang, Pria di Semarang Tusuk Rizal hingga Tewas

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, razia PSK ini dilakukan untuk menciptakan kenyamanan dan ketentraman jelang Ramadan.

Di sisi lain, adanya aduan masyarakat terkait merebaknya prostitusi di jalanan.

"Kami lakukan razia, ada aduan masyarakat yang merasa resah karena menjamurnya prostitusi. Ini memalukan ada prostitusi di jalanan," ungkap Fajar, Minggu (12/3/2023).

Menurutnya, keberadaan mereka di pinggir jalan tentu merusak keindahan Kota Semarang.

Pihaknya telah berulangkali merazia PSK di pinggir jalan namun keberadaan mereka selalu ada.

"Berulang kali kami razia, berulang kali ada terus. Kalau nekat, akan tetap kami tindak tegas," ujarnya.

Baca juga: Menang Lawan Persija di Laga Terakhir, Borneo FC Pantang Remehkan PSIS Semarang: Turun Full Team!

Baca juga: Pelaku Pencurian di Semarang Meminta Korbannya Menabur Garam agar Usahanya Lancar

Fajar mengatakan, PSK yang terjaring tersebut kemudian dikirim ke panti rehabilitasi di Kota Solo.

Fajar menyampaikan, mereka dibina agar tidak mengulangi perbuatannya.

Di samping itu, mereka akan memiliki keterampilan untuk menghasilkan pendapatan. (*)

Baca juga: Merapi Meletus, Ini Kata Pemerhati Gunung Api Unsoed Purwokerto Soal Karakteristik dan Tipe Erupsi

Baca juga: Berencana Menunda Kehamilan? Kenali Jenis-jenis Alat Kontrasepsi dan Efektivitasnya

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved