Depo Pertamina di Plumpang Terbakar

KRONOLOGI Depo Pertamina Plumpang Terbakar menurut Warga: Petir Menyambar, Bau Gas Menyengat

Kepada Kompas TV, Sabtu (4/3/2023) pagi, Haryati menjelaskan saat itu, tepatnya saat waktu Isya, dirinya baru pulang ke rumah.

Editor: Pujiono JS
RIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kobaran api dan asap hitam tebal terlihat pada kebakaran Depo Pertamina di kawasan Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023) malam. Kebakaran yang melanda Depo Plumpang terjadi pada sekitar pukul 20.00 WIB. T 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Haryati, seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan kronologi terbakarnya Depo Pertamina Plumpang di Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Jumat (3/3/2023) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kepada Kompas TV, Sabtu (4/3/2023) pagi, Haryati menjelaskan saat itu, tepatnya saat waktu Isya, dirinya baru pulang ke rumah.

Saat itu hujan gerimis, namun ia mendengar suara petir dua kali.

Baca juga: UPDATE Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 17 Orang Meninggal, 15 Dewasa, 2 Anak-anak

Baca juga: Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 13 Orang Meninggal, 24 Orang Dirawat, 600 Orang Mengungsi

Baca juga: Buka Suara soal Depo Plumpang Terbakar, Pertamina: Penyebab Kebakaran Masih Diinvestigasi

Baca juga: BREAKING NEWS: Depo Pertamina di Plumpang Terbakar, 31 Unit Damkar Dikerahkan

Ia mendengar informasi dari para tetangganya bahwa ledakan itu akibat tersambar petir saat hujan turun pada Jumat malam.

Dia mencium bau gas atau minyak yang cukup menyengat.

"Hujan rintik-rintik, saya pertama pulang itu habis isya, habis itu kan ada petir dua kali, katanya kena petir, eh nggak lama ya bau gas gitu," kata Haryati.

Haryati langsung mencari asal bau tersebut karena merasa khawatir baunya berasal dari dalam rumah, lantaran sang suami baru saja membeli minyak tanah.

"Kita nyari-nyari, takutnya gas dari saya atau minyak tanah saya tumpah karena bapaknya habis bawa minyak ya," papar Haryati.

Namun saat masih mencari asal bau tersebut, sesaat kemudian terdengar teriakan 'kebakaran' dari arah luar rumah.

Haryati dan sang suami langsung membawa anak mereka, menyelamatkan surat berharga dan lari keluar rumah menjauhi arah api.

Menurut kesaksiannya, api secara cepat langsung menjalar ke depan, namun tidak terkena rumahnya.

"Udah gitu orang teriak-teriak 'kebakaran kebakaran', kita langsung lari aja, ngambil anak, ngambil surat surat langsung kabur, itu apinya sudah (menjalar) ke depan," tutur Haryati.

Haryati kembali mengingat momen pada Jumat malam sebelum peristiwa naas itu menimpa lingkungan pemukimannya.

Saat itu hujan turun rintik namun disertai petir, sang suami baru saja menjemput anaknya yang selesai mengaji.

Saat hendak menyuruh sang anak mencuci kakinya, muncul bau minyak yang sangat menyengat tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved