Pilkada 2024

Bakal Gelar Dua Pilkada di 2024, Pemkab Purbalingga Nabung Biaya Penyelenggaraan sejak 2022

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mulai mencadangkan anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Purbalingga
Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Purbalingga Suroto dalam rapat anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2024, Jumat (27/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mulai mencadangkan anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Pencadangan dilakukan sejak penetapan APBD 2022, sebesar Rp6 miliar.

Sementara, tahun 2023, pemerintah setempat akan mencadangkan anggaran Rp11,5 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Purbalingga, Suroto, Jumat (27/1/2022).

Baca juga: Warga Bokol Purbalingga Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa, Mulai Deres Nira Seusai Gerimis Reda

Baca juga: Segarnya Mandi di Situ Tirta Marta Purbalingga, Pemandian Berair Jernih di Lereng Gunung Slamet

Sebagaimana diketahui, pilkada serentak tahun 2024 akan memilih gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah (Pilgub), serta bupati dan wakil Bupati Purbalingga (Pilbup).

Terkait recana anggaran yang akan dialokasikan untuk pilkada, Suroto belum bisa memastikan total kebutuhan.

Sebab, anggaran pelaksanaan pilkada serentak 2024 itu masih akan dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

"Sharing atau pembagian tanggungan dana penyelenggaraan pilkada masih dikomunikasikan dengan Provinsi Jawa Tengah."

"Setelah ada kepastian, berapa jumlah dana yang akan ditanggung pemprov dan pemkab, baru diketahui berapa dana yang akan dialokasikan," ungkapnya dalam rilis, Jumat.

Dia menambahkan, kekurangan dana yang dialokasikan untuk penyelenggaraan pilkada, nantinya akan dipasang di APBD Kabupaten Purbalingga tahun anggaran 2024.

"Perintah provinsi adalah bagaimana "nyelengi" dulu agar tidak memberatkan di akhir," tambahnya. (*)

Baca juga: Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Jadi Tersangka Perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Baca juga: Kasus Suami Bunuh Istri di Brebes: Dedi Mengaku Habisi Nyawa Istri setelah Dengar Bisikan

Baca juga: Pemkab Banyumas Luncurkan Aplikasi Pasar Satria: Beli Pulsa, Produk UMKM, dan Bayar BPJS Lebih Mudah

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved