Pemilu 2024

Ditolak Ramai-ramai Parpol, Apa Itu Pemilu Sistem Proposional Tertutup?

Sejumlah parpol ramai-ramai menolak wacana sistem pemilihan umum (pemilu) proposional tertutup diterapkan pada Pemilu 2024.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI. Warga megikuti simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di gedung KPU, Jakarta, Rabu (22/7/2020). Sejumlah partai menolak wacana sistem pemilu proposional tertutup. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sejumlah parpol ramai-ramai menolak wacana sistem pemilihan umum (pemilu) proposional tertutup diterapkan pada Pemilu 2024.

Dikutip dari Kompas.com, wacana ini mengemuka setelah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu digugat lewat uji material ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Lantas, apa itu pemilu sistem proposional tertutup?

Sebenarnya, sistem pemilu proposional tertutup pernah digunakan di Indonesia ketika Pemilu Orde Lama dan Orde Baru.

Baca juga: Alasan 8 Parpol Tolak Pemilu Sistem Proporsional Tertutup

Baca juga: Ingatkan Netralitas Anggota di Pemilu, Kapolda Jateng: Polri Pelindung dan Pengayom Masyarakat

Diketahui, terdapat tiga sistem dalam pemilu di dunia.

Satu di antaranya adalah sistem Proporsional.

Sistem Proporsional adalah sistem ketika persentase kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dibagikan kepada tiap-tiap partai politik, disesuaikan dengan jumlah suara yang diperoleh tiap-tiap partai politik, dikutip dari paser.bawaslu.go.id.

Sistem proporsional terbagi menjadi dua, yaitu sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup.

Sistem Proporsional Tertutup adalah pemilih mencoblos atau mencontreng nama partai politik tertentu dan kemudian partai yang menentukan nama–nama yang duduk menjadi anggota dewan.

Sehingga, dalam sistem ini, pemilih hanya dapat memilih partai politiknya saja.

Sementara, sistem Proporsional Terbuka adalah pemilih mencoblos atau mencontreng partai politik ataupun calon bersangkutan.

Baca juga: KPU Putuskan Partai Ummat Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024, Dapat Nomor Urut 24

Baca juga: KPU Banyumas Lantik 135 PPK untuk Pemilu 2024. Sebelum Bertugas, Digembleng Lewat Bimtek

Oleh karena itu, pemilih dapat langsung memilih calon legislatif yang dikehendaki untuk dapat duduk menjadi anggota dewan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemilu Proprosional Tertutup

Kelebihan Sistem Pemilu Proprosional Tertutup

  • Memudahkan pemenuhan kuota perempuan atau kelompok etnis minoritas karena partai politik yang menentukan calon legislatifnya.
  • Mampu meminimalkan praktik politik uang.
  • Meningkatkan peran parpol dalam kaderisasi sistem perwakilan dan mendorong institusionalisasi parpol.


Kekurangan Sistem Pemilu Proprosional Tertutup

  • Pemilih tidak punya peran dalam menentukan siapa kandidat caleg yang dicalonkan dari partai politik.
  • Tidak responsif terhadap perubahan yang cukup pesat.
  • Menjauhkan hubungan antara pemilih dan wakil rakyat pascapemilu.
  • Potensi menguatnya oligarki di internal parpol.
  • Munculnya potensi ruang politik uang di internal parpol dalam hal jual beli nomor urut. (Tribunnews.com/Farrah Putri/Kompas.com/Aryo Putranto Saptohutomo)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya.

Baca juga: Menteri LHK Siti Nurbaya Minta Alat Produksi di TPST Teknologi RDF di Cilacap Ditambah

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 9 Januari 2023: Tetap!

Baca juga: Pemotor Tewas Terlibat Kecelakaan di Jumantono Karanganyar, Polisi Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Rumah Warga Terancam Ambles Karena Bencana Tanah Longsor di Sempor Kebumen

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved