Berita Banyumas

Bingung Cari Bibit Pohon dan Buah? Datang Saja ke Dawuhan Kulon Banyumas, Desa Sentra Hortikultura

Desa Dawuhan Kulon, Banyumas diharapkan jadi sentra pembibitan tanaman keras, tanaman perkebunan, dan hortikultura, terutama buah-buahan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Banyumas
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengecek pembibitan tanaman dan buah di Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Sabtu (7/1/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng diharapkan menjadi sentra pembibitan tanaman keras, tanaman perkebunan, dan hortikultura, terutama buah-buhan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat berkunjung ke Desa Dawuhan Kulon Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas Sabtu (7/1/2023).

"Saya sedang jalan-jalan malah kaget, ternyata, potensi pembibitan berbagai jenis tanaman di Desa Dawuhan Kulon, sangat besar," kata Sadewo Tri Lastiono dalam rilis, Minggu (8/1/2023).

Baca juga: Cegah Longsor di Ciberung, Bupati Banyumas Bakal Tanam Rumput Vetiver

Baca juga: Bupati Banyumas Diminta Usulkan RM Bambang Soeprapto Jadi Pahlawan Nasional, Siapa Dia?

Sadewo terkejut, bibit tanaman yang dikembangkan di wilayah tersebut dipasarkan ke pelosok tanah air.

Termasuk, bibit tanaman dijual ke Salaman, Kabupaten Magelang. Salaman dikenal sebagai sentra penjualan bibit tanaman.

Melihat besarnya potensi ini, Sadewo langsung menghubungi anggota Komisi IV DPR RI Sunarna dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar membeli bibit tanaman dari Dawuhan Kulon saat mereka memiliki program pengadaan bibit tanaman.

Untuk mengembangkan pembibitan ini, Wabup Sadewo juga telah meminta kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas agar tahun ini, ada pengadaan bibit kopi yang dibeli dari Desa Dawuhan Kulon.

"Tadi, menurut petani, sentra pembibitan tanaman di Desa Dawuhan Kulon ini sudah bersertifikat," lanjutnya.

Sadewo pun meminta petani di Desa Dawuhan Kulon mempromosikan lebih masif pembibitan di wilayah tersebut.

"Cuma mungkin, Dawuhan Kulon promosinya masih kurang, sehingga belum dikenal," katanya.

Baca juga: Buruan Ikut Lomba Desain Logo Hari Jadi Kabupaten Banyumas 2023! Gratis dan Terbuka untuk Umum

Baca juga: Identitas Tersangka Pembunuhan Wanita di Kamar Hotel Purwokerto Banyumas, Rumahnya Dekat Hotel!

Sadewo juga mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Dawuhan Kulon mengembangkan agrowisata dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Apalagi, Dawuhan Kulon memiliki suasana alam yang masih alami dengan panorama indah.

"Ini kan bisa dikembangkan menjadi wisata agro, misalnya, orang datang ke sini wisata melihat bibit tanaman bayar Rp20 ribu, syukur bisa memetik buahnya, dan pulangnya bawa bibit. Yang seperti ini kayaknya belum ada," jelasnya.

Kepala Desa Dawuhan Kulon Mahbud Kamal menjelaskan, luas lahan pertanian di wilayah yang berada di kaki Gunung Slamet tersebut mencapai 120 hektare dan sebagian digunakan usaha pembibitan tanaman.

Sebagian masyarakat Dawuhan Kulon juga memanfaatkan lahan pekarangan masing-masing untuk usaha pembibitan tanaman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved