Berita Batang

Guru Ngaji Cabul di Batang Dikenal Aktif di Kegiatan Positif, Begini Modus Menjerat Korban Anak-anak

Guru mengaji berinisial M (29) yang ditangkap polisi karena mencabuli sejumlah anak di Batang, dikenal sebagai pemuda aktif dalam kegiatan positif.

Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
Tangkap Layar Youtube Kompas TV
Anggota Satreskrim Polres Batang menangkap guru ngaji yang mencabuli sejumlah anak di Kecamatan/Kabupaten Batang, Kamis (5/1/2022). Menurut polisi, pelaku berinisial M (29), dikenal sebagai pemuda aktif dalam kegiatan positif di lingkungan tempat tinggal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Guru mengaji berinisial M (29) yang ditangkap polisi karena mencabuli sejumlah anak di Batang, dikenal sebagai pemuda yang aktif dalam kegiatan positif.

Kedekatan pelaku dengan korban diduga memudahkan korban mencabuli anak-anak.

"Pelaku dan korban sudah saling mengenal. Mereka tinggal di satu lingkungan."

"Pelaku termasuk tokoh pemuda yang aktif dalam kegiatan-kegiatan positif, di antaranya memberi pelajaran keagamaan," ungkap Kasatreskrim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo, dikutip dari tayangan Kompas TV, Jumat (6/1/2022).

Baca juga: Guru Ngaji yang Diduga Sodomi 15 Anak di Batang Ditangkap, Polisi: Pelaku Mengakui Perbuatannya

Baca juga: Oknum Guru Ngaji di Batang Diduga Cabuli 15 Anak Didiknya, Semua Korban Anak Laki-laki

Menurut Yorisa, dalam menjerat korban, M menggunakan modus mengajak korbannya jalan-jalan dan meminjamkan handphone untuk dimainkan korban.

Sementara, hingga Jumat pagi, ada delapan orangtua korban yang telah membuat laporan resmi ke polisi.

Jumlah korban dalam kasus ini diperkirakan lebih dari itu. Apalagi, kepada penyidik, M mengaku telah mencabuli sembilan anak yang semuanya laki-laki.

Untuk memudahkan korban membuat laporan, Yorisa mengatakan, Polres Batang menggandeng Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Batang mendirikan posko pengaduan.

"Tidak menutup kemungkinan ada korban lain. Karean itu, kami menggandeng Tim P2TPA Batang membuka posko pengaduan apabila ada korban lain belum melapor, bisa melapor sehingga kami bisa memaksimalkan penanganan kasus ini," ujarnya.

Baca juga: Polda Jateng Tangkap 5 Perampok Bersenjata di Rumah Mewah Juragan Telur Haji Pelet Batang

Baca juga: Pelaku Pembobolan Rumah Dokter di Batang Tahu Ada Brankas dari Adiknya, Uang, Emas, Sertifikat Raib

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Yorisa akan menggandeng P2TP2A, tokoh agama, perangkat desa, dalam menyosialisasikan upaya pencegahan kekerasan seksual.

Pihaknya juga akan mengedukasi orangtua agar dapat memberikan edukasi dini soal pendidikan seksualitas.

"Kami minta orangtua tetap waspada. Orangtua harus terus menjaga komunikasi dengan anak, jangan sampai anak mencari perhatian adari luar," katanya.

Diberitakan sebelumnya, orangtua dari belasan anak di Kecamatan/Kabupaten Batang, mengantar anak mereka ke rumah sakit untuk menjalani visum karena diduga menjadi korban percabulan atau sodomi guru mengaji mereka.

Kasus ini terungkap setelah ada anak yang menjadi korban mengeluh sakit saat buang air besar.

Saat ditanya orangtua, mereka mengaku telah menjadi korban percabulan guru mengaji mereka. (*)

Baca juga: SUSUNAN Pemain Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2022: Dua Sayap Garuda Disiapkan untuk Menyerang

Baca juga: Pemuda Dihajar Massa di Kutasari Purbalingga, Tepergok Curi 6 Bungkus Rokok di Warung

Baca juga: Hadiri Muktamar Haji di Arab Saudi, Menteri Agama Bakal Minta Tambahan Kuota Haji 2023

Baca juga: Sepasang Kekasih Bobol Rumah Pegawai Kejari Brebes, Gondol Sepeda dan Laptop untuk Beli Cincin Emas

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved