Berita Bisnis

Pemasok Jamin, Harga Telur Ayam di Jateng saat Libur Nataru Tak Lebih dari Rp30 Ribu/Kg

Asosiasi Koperasi Unggah Sejahtera Kendal memastikan, harga telur ayam di Jawa Tengah tak lebih dari Rp30 ribu saat libur Natal dan Tahun Baru.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Penjual telur di Pasar Manis Purwokerto menunggu pembeli, Rabu (30/3/2022). Asosiasi Koperasi Unggas Sejahtera Kendal memastikan, harga telur ayam tak akan lebih dari Rp30 ribu per kilogram saat libur Natal dan Tahun Baru. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Harga telur ayam ras mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, harga telur ayam bahkan tembus di atas Rp30 ribu per kilogram.

Menanggapi kenaikan harga tersebut, Asosiasi Koperasi Unggas Sejahtera Kendal yang memasok telur untuk area Jawa Tengah, memastikan harga telur tak akan melambung saat Nataru tiba.

Ia memperkirakan, kenaikan paling tinggi saat Nataru yakni Rp30 ribu per kilogram di tingkat konsumen.

"Harga maksimal di tingkat konsumen, ketika Nataru nanti, Rp30 ribu," kata Ketua Asosiasi itu Suwardi, saat dihubungi, Kamis (15/12/2022).

Baca juga: Info Harga Sembako Kabupaten Cilacap 2 Desember 2022: Harga Cabai dan Telur Ayam Belum Stabil

Baca juga: Purwokerto dan Cilacap Alami Inflasi di November, Dipicu Kenaikan Harga Telur Ayam dan Rokok Kretek

Suwardi menambahkan, harga telur di tingkat peternak, saat ini, bahkan telah melandai.

Dikatakannya, harga telur mengalami penurunan sekitar Rp2 ribu setelah adanya kenaikan beberapa waktu lalu.

Dengan penurunan itu, harga telur di tingkat peternak, saat ini, Rp25.500 per kilogram.

"Sebelumnya, Rp27.500 per kilogram. Harga telur di tingkat peternak (sekarang) melandai turun, tidak seperti kemarin," jelasnya.

Di tingkat konsumen, lanjut dia, saat ini harusnya berkisar antara Rp29 ribu-Rp30 ribu per kilogram.

Sementara, harga rata-rata di Jawa Tengah, sekitar Rp28 ribu per kilogram.

Namun, diakuinya, penurunan harga yang baru berlaku ini memungkinkan pedagang memberlakukan harga sebelumnya lantaran stok belanja yang masih tersisa.

"Kalau ada yang belum turun, mungkin masih ada yang pembeliannya kemarin," sebutnya.

Menurut Suwardi, penurunan harga telur dipicu permintaan yang masih cukup stabil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved