Berita Ekonomi

Purwokerto dan Cilacap Alami Inflasi di November, Dipicu Kenaikan Harga Telur Ayam dan Rokok Kretek

BPS mencatat inflasi di Purwokerto dan Cilacap pada November dipicu kenaikan harga beras, telur ayam, serta rokok kretek.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Penjual telur di Pasar Manis Purwokerto menunggu pembeli, Rabu (30/3/2022). BPS mencatat, kenaikan harga telur ayam memicu inflasi November di Purwokerto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Purwokerto dan Cilacap pada November 2022, masing-masing sebesar 0,31 persen (mtm) dan 0,20 persen (mtm).

Inflasi di dua wilayah ini dipicu kenaikan harga beras, telur ayam, juga rokok kretek.

Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto Mursidi mengatakan, angka inflasi bulan November di dua wilayah ini lebih tinggi dibandingkan Oktober.

Dalam rilis yang diterima Jumat (2/12/2022), Mursidi menjelaskan, kenaikan harga beras terjadi seiring penurunan pasokan lantaran memasuki musim tanam.

Baca juga: Mendagri Soroti Inflasi di Jateng, Gubernur Ganjar Minta Kepala Daerah Turun ke Lapangan

Baca juga: Pemkab Cilacap Gelontorkan BST Kepada 9.893 KPM Di Tambakreja: Tangani Dampak Inflasi

Sementara, kenaikan harga telur ayam ras terjadi karena peningkatan permintaan dan adanya upaya stabilisasi harga yang dilakukan pemerintah.

Tak hanya itu, menurut Mursidi, inflasi di Purwokerto dan Cilacap juga dipicu harga rokok kretek filter akibat berlanjutnya transmisi kenaikan cukai rokok.

Tarif kereta api, disebutnya, juga ikut menyumbangkan andil inflasi di tengah peningkatan mobilitas warga menjelang akhir tahun.

Terkait kondisi ini, Mursidi mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap terus melakukan penguatan sinergi program pengendalian inflasi serta penanggulangan dampak inflasi.

"Contohnya, implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di antaranya, melalui pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah untuk beberapa komoditas, semisal beras, minyak goreng, aneka cabai, bawang merah, dan daging ayam ras."

"Kemudian, program urban farming melalui gerakan tanam cabai di pekarangan dan implementasi kerjasama antar daerah (KAD)," ujar Mursidi.

Inflasi di Kota Purwokerto pada November 2022 tercatat sebesar 0,31 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,02 persen (mtm).

Inflasi terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil inflasi sebesar 0,19 persen (mtm).

Dilihat dari komoditasnya, penyumbang inflasi terbesar pada periode ini adalah kenaikan harga telur ayam ras, rokok kretek filter, minyak goreng, tarif kereta api, dan angkutan dalam kota.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang menahan laju inflasi di Purwokerto, antara lain, cabai merah, cabai rawit, nangka muda, bawang putih, dan cabai hijau.

Baca juga: Kendalikan Inflasi di Kebumen, Pemkab Beri Bantuan BBM Gratis untuk 173 Armada

Baca juga: Bantu Cegah Inflasi akibat Harga Cabai, TP PKK Banyumas Giatkan Tanam Cabai di Desa-desa

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved