Berita Demak

Dugaan Penyerobotan Tanah Milik Suparwi untuk Tol Semarang-Demak, Pengelola Tol: Ada 2 Sertifikat

Polda Jateng bakal melakukan gelar perkara kasus dugaan penyerobotan tanah milik Suparwi, warga Pulosari, Kabupaten Demak, untuk Tol Semarang-Demak.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Tito Isna Utama
Humas PT PP Tol Semarang Demak Roby Sumarna ditemui wartawan di pintu keluar Kadilangu Tol Semarang-Demak, Minggu (4/12/2022). Roby mengaku mendapat undangan dari Polda Jateng untuk gelar perkara penyerobotan tanah untuk jalan tol milik Ahmad Suparwi, warga Pulosari, Demak, Rabu (7/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Humas PT PP tol Semarang-Demak Roby Sumarna mengatakan, ada dua sertifikat atas tanah yang kini dipersoalkan Suparwi, warga Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, untuk Tol Semarang-Demak.

Rencananya, Polda Jateng melakukan gelar perkara kasus dugaan penyerobotan tanah milik Suparwi ini untuk mendapatkan titik terang, Rabu (7/12/2022).

Gelar perkara ini juga akan menghadirkan PT PP Tol Semarang-Demak.

"Kami sudah terima undangan gelar perkara di Polda, yaitu di Unit Harda, tanggal 7 Desember," ungkap Roby, Minggu (4/12/2022).

Baca juga: Polda Jateng Selidiki Kasus Tanah Suparwi Berubah Jadi Tol Semarang-Demak Tanpa Terima Ganti Untung

Baca juga: Terdampak Tol Semarang-Demak, Warga Pulosari Minta Ganjar Bantu Solusi Ganti Rugi yang Belum Dibayar

Sebelumnya, Roby mengatakan, hasil penelusuran, ada dua sertifikat tanah hak milik yang dipersoalkan Suparwi.

Menurutnya, sengketa lahan ini bisa diselesaikan lewat meja hijau.

Dia pun menyarankan Suparwi mengajukan uji materiil ke pengadilan.

"Kami, tol, mempunyai hak pakai yang keluar di tahun 2003, Suparwi sendiri punya sertifikat hak milik yang terbit 2009."

"Sebetulnya, seharusnya, Suparwi melakukan gugatan ke pengadilan terhadap tanahnya yang digunakan tol," ujar Roby.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Suparwi, warga RT 05 RW 01, Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, mendatangi kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengadukan kasus penyerobotan tanah miliknya.

Baca juga: 6 Desa di Bonang Demak Terendam Rob, Camat Haris Minta Pemerintah Menormalisasi Sungai Tuntang

Baca juga: Catatan Pengelola Tol Semarang-Demak: Berswafoto dan Ambil Foto Pemandangan Jadi Penyebab Kecelakaan

Suparwi mengaku, tanahnya telah berubah menjadi jalan tol sementara dia belum mendapat ganti untung.

"Luas tanah di sertifikat, 3940 meter persegi, yang terkena tol sisa tinggal sekitar 200 meter," ujar Suparwi, Jumat (25/11/2022).

Kasus ini, kini tengah ditangani Polda Jateng.

Selain itu, Badan Nasional Pertanahan (BPN) juga bakal melakukan audit untuk mengecek kepemilikan tanah yang diadukan Suparwi. (*)

Baca juga: Jelang Kontra PSIS Semarang, Pelatih Madura United Fabio Lefundes: Kondisi Kami Tak Ideal!

Baca juga: Polisi Pantau Ratusan CCTV saat Presiden Jokowi Mantu Kaesang-Erina di Solo

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 5 Desember 2022: Stagnan!

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved