Berita Demak

6 Desa di Bonang Demak Terendam Rob, Camat Haris Minta Pemerintah Menormalisasi Sungai Tuntang

Enam desa di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terendam rob, Minggu (4/12/2022).

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Tito Isna Utama
Warga menerobos rob yang menggenangi jalan desa di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (4/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Enam desa di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terendam rob, Minggu (4/12/2022).

Rob ini dipicu air pasang air laut dan curah hujan di wilayah tersebut yang tinggi.

Camat Bonang Haris Wahyudi Ridwan mengatakan, enam desa yang terendam rob adalah Purworejo, Morodemak, Margolinduk, Gembangan, Gebangarum, dan Tridonerjo.

Haris mengatakan, enam wilayah ini memang langganan rob saat musim hujan dan air pasang laut.

Baca juga: Catatan Pengelola Tol Semarang-Demak: Berswafoto dan Ambil Foto Pemandangan Jadi Penyebab Kecelakaan

Baca juga: Jembatan Apung Sungai Wulan Penghubung Demak-Kudus Dibuka 5 Desember, Gratis untuk Pelajar

Menurut Haris, ketinggian rob di masing-masing wilayah tersebut, rata-rata 40 sentimeter.

"Gembangarum sedikit, Gembangan sama Tridonorejo yang cukup tinggi, sampai halaman kecamatan. Ketinggian di Margolinduk sampai 40 cm. Tiga desa lain, utamanya di Margolinduk," kata Haris, Minggu.

Dengan banjir rob yang selalu menghantui beberapa desa di Kecamatan Bonang, ia berharap, pemerintah bisa melakukan pengerukan ataupun normalisasi Sungai Tuntang dan peninggian jalan di keenam desa tersebut.

"Harapannya, ada peninggian jalan di tiga desa itu, yaitu Purworejo, Morodemak, dan Margolinduk, karena sering terjadi banjir rob cukup tinggi."

"Juga, pentingnya dilakukan normalisasi Sungai Tuntang yang bermuara langsung ke laut," jelasnya.

Baca juga: Polda Jateng Selidiki Kasus Tanah Suparwi Berubah Jadi Tol Semarang-Demak Tanpa Terima Ganti Untung

Baca juga: Yakin Tidak Mau Diambil? Belasan Ribu Pekerja di Semarang Demak Belum Cairkan BSU

Sementara, Kepala Desa Purworejo Rifqi Salafuddin mengatakan, warga setempet sempat melakukan beberapa upaya pencegahan rob, di antaranya, pembuatan gorong-gorong selokan.

"Kami sudah berusaha melakukan normalisasi, membersihkan gorong-gorong, dilakukan gotong-royong masyarakat Desa Purworejo," kata Rifqi.

Dia menjelaskan, wilayahnya langganan rob mulai tahun 2016.

Akan tetapi, kata Rifqi, rob akhir tahun ini paling parah.

"Air pasang dan terjadi banjir rob masuk ke kampung di Desa Purworejo sudah dari sekira 2016-2017. Tapi, paling parah, 2-3 tahun terakhir ini," ujarnya. (*)

Baca juga: Cerita Warga Manyaran Batalkan Ikut Wisata ke Sarangan dan Bus Terjung ke Jurang: Firasat Tak Enak

Baca juga: Warga Karanganyar Gelar Deklarasi Ganjar Capres 2024, Ini Alasan Mereka

Baca juga: Persiapan Fisik dan Taktik Jauh Lebih Matang, PSIS Semarang Yakin Menangi Duel Kontra Madura United

Baca juga: Panen Energi Surya di Pinggiran Sungai Tajum Banyumas Sulap Kaliurip Jadi Desa Mandiri Energi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved