Berita Demak

Terdampak Tol Semarang-Demak, Warga Pulosari Minta Ganjar Bantu Solusi Ganti Rugi yang Belum Dibayar

Proyek Jalan Tol Semarang-Demak seksi II hampir rampung namun ternyata, proses ganti rugi lahan belum selesai.

Editor: rika irawati
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
Sejumlah pekerja merampungkan pembangunan Tol Semarang-Demak, belum lama ini. Tol yang akan dibuka untuk melayani libur Natal dan Tahun Baru itu masih menyisakan persoalan pembayaran ganti rugi lahan warga terdampak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Proyek Jalan Tol Semarang-Demak seksi II hampir rampung namun ternyata, proses ganti rugi lahan belum selesai.

Ahmad Suparwi (72), warga Pulosari, Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), mengaku belum menerima ganti rugi atas lahan seluas 3.700 meter persegi yang kini dibangun tol.

Lantaran persoalan ini, dia berusaha mengadukan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (28/11/2022).

Sayang, kedatangannya ke Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin, hanya ditemui petugas penerima tamu.

Dia diminta membuat surat untuk membuat janji bertemu Ganjar.

"Harus janjian dulu, katanya pakai surat untuk ketemu Pak Ganjar," ujarnya.

Baca juga: Besok, Jalan Tol Semarang-Demak Ditutup Lagi untuk Finishing Gate di Kadilangu

Baca juga: Hore! Tol Semarang-Demak Dibuka H-7 Libur Nataru, Berapa Tarifnya?

Suparwi mengatakan, kasus ini terjadi pada November 2022.

Saat itu, dia didatangi petugas dari kelurahan yang meminta dia menyerahkan secara sukarela tanah hak miliknya yang terdampak tol Semarang-Demak.

"Tanggal 13 November, saya disuruh menandatangani surat yang intinya, isinya, menyerahkan tanah SHM 471 dengan sukarela untuk dikerjakan oleh jalan tol," kata Suparwi, dikutip dari Kompas.com, Senin.

Dia mengungkapkan, pihak Kelurahan Pulosari yang menyuruh menyerahkan tanah miliknya secara sukarela.

"Saya dikasih surat bermeterai dua kali tapi saya tidak mau," ujarnya.

Meski demikian, tanah seluas yang bersertifikat hak milik nomor 471 atas tanah seluas 3.940 meter persegi itu tetap diuruk untuk dibangun Jalan Tol Semarang-Demak.

"Pertama itu 13 November 2020, terus 2 Desember 2020 diuruk. Saya diminta tanda tangan tapi tidak mau, tapi tetap diuruk," keluhannya.

Kini, tanah yang sebelumnya biasa dia tanami padi tersebut tersisa sekitar 200 meter persegi usai tergusur pembangunan tol.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved