Berita Semarang

Pegawai SPBU di Pedurungan Semarang Dipukul Konsumen, Tolak Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol

Petugas SPBU 4450134 di Pedurungan dipukul konsumen karena menolak melayani pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan botol.

TRIBUNBANYUMAS/Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Suasana di SPBU 4450134 Manungal Jati, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Selasa (22/11/2022) siang. Seorang operator di SPBU tersebut mengalami pemukulan, Selasa dini hari, karena menolak melayani pembelian Pertalite menggunakan botol. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Petugas SPBU 4450134 di Pedurungan, Hendra Adi Prasetyo, dipukul konsumen karena menolak melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan botol.

Peristiwa ini terjadi Selasa (22/11/2022) dini hari, sekitar pukul 01.98 WIB.

Pemukulan ini diketahui Supervisor SPBU Pedurungan Edi Setiawan.

Edi mengatakan, kejadian berawal saat seorang pria memakai kaus berwarna merah dan celana hitam datang ke SPBU mengendarai motor.

"Ada pelanggan mengisi BBM pertalite di motor dan dilayani pengisianya."

"Setelah pengisian selesai, pelangan langsung minta pengisian di botol," ujarnya, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: KRONOLOGI Kasus Pengeroyokan Driver Ojol di Semarang hingga Seorang Pengeroyok Tewas

Baca juga: Viral, Pemotor Honda Tiger Tancap Gas Tanpa Membayar Setelah Isi Pertalite di SPBU Wangon Banyumas

Namun, permintaan itu ditolak. Edi mengatakan, pengisian BBM jenis Pertalite tidak diperbolehkan mengunakan botol maupun jeriken lantaran Pertalite jenis BBM bersubsidi.

"Jadi, si operator mengalihkan atau menawarkan Pertamax jika berkenan," katanya.

Namun, kata Edi, pelangan tersebut tidak menolak dan meluapkan emosinya.

"Ada pukulan dari tangan pelanggan ke operator," ungkapnya.

Edi mengatakan, pemukulan itu terjadi di dekat dispeser atau pompa BBM Pertalite, sebanyak satu kali.

Setelah memukul, pelanggan ini akhirnya mau membeli Pertamax menggunakan botol.

Baca juga: Carlos Fortes Berpamitan ke Suporter PSIS Semarang: Saya Pegang Komitmen!

Baca juga: 2 Pejabat UIN Walisongo Semarang Terseret Jual Beli Jabatan Perades Demak, Terima Suap Rp830 Juta

Pembelian dilayani operator yang sama.

"Sesudah dilayani di Pertamax, konsumen memukul lagi operator itu," imbuh dia.

Edi mengatakan, kejadian ini telah dilaporkan ke polisi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved