Berita Banyumas
Warga Kedungbanteng Banyumas Minta Proyek Pipanisasi Air Gunung Slamet Dihentikan sampai Ada Amdal
Polemik pembangunan proyek saluran air bersih Pemalang di kawasan hutan lindung di kaki Gunung Slamet, Banyumas, belum tuntas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
"Jadi, kalau amdal belum selesai, kegiatan konstruksinya wajib berhenti dulu," katanya.
Ia mengatakan, kondisi hutan Gunung Slamet, khususnya di wilayah Pemalang, tidak sedang baik-baik saja.
Perlu dipertimbangkan juga kondisi masyarakat di lereng selatan Gunung Slamet, termasuk Banyumas.
Proyek air baku Pulosari ini mengambil sumber dari hulu anak-anak Sungai Logawa.
Ada banyak desa di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Logawa yang juga bernasib sama seperti desa-desa di Kecamatan Pulosari, yaitu mengalami krisis air bersih ketika musim kering.
Diberitakan sebelumnya, warga di Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, khawatir tidak teraliri air bersih di kemudian hari karena terdampak penyedotan air bersih yang tengah dilakukan PDAM Kabupaten Pemalang.
Proyek tersebut membuat kondisi tanah di lereng gunung tersebut mengalami longsor cukup luas.
Banyak warga yang merasa resah karena merasa tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
Berdasarkan pengukuran melalui rekam digital, proyek pembangunan tersebut berada di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan air laut (mdpl). (*)
Baca juga: Selalu Cium Bau Tak Enak dari Pabrik Ban Bekas, Warga Meteseh Kendal Minta DPRD Jateng Bertindak
Baca juga: 1.257 Personel Gabungan Siap Amankan Pilkades Serentak Purbalingga, Terjun di 34 Desa
Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Tuntut Keadilan, Bikin Laporan di Bareskrim Polri
Baca juga: Mobil Terbalik Usai Oleng dan Tabrak Pohon di JLS Salatiga, Nasib Penumpangnya?