Berita Pekalongan
Jembatan Ambles, Siswa di Pekalongan Kesulitan Akses Jalan, Mobil Pemdes Dikerahkan Antar-Jemput
Tidak hanya Mobil Siaga Desa yang dikerahkan untuk antar-jemput, terkadang mobil pribadi kepala desa juga digunakan untuk memfasilitasi siswa.
"Seiring berjalannya waktu, terkadang jumlah siswa yang meminta antar-jemput bertambah, sehingga mobil siaga desa tak muat.
Jadi, saya menurunkan mobil pribadi untuk mengantarkan pelajar.
"Kadang saya yang nyetir.
Kadang juga saya pasrahkan pemuda desa atau pamong desa.
Pokoknya, mobil saya siapkan untuk antar jemput siswa," ucapnya.
Baca juga: Viral, Aksi Pembacokan di SPBU Kertijayan Pekalongan. Berawal dari Korban Memperbaiki Motor Mogok
Ade menambahkan, fasilitas mobil siaga untuk antar-jemput ini sudah berjalan empat pekan.
Tak hanya antar-jemput, ia juga memberi uang saku untuk siswa dari kantong pribadinya.
"Saya akan terus melanjutkan program ini sampai Jembatan Jagung kembali bisa dilintasi.
Sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu untuk uang saku mereka.
Saya tidak mengharapkan apa-apa, terpenting mereka bisa ke sekolah dan jangan sampai tidak masuk sekolah gara-gara jarak tempuhnya jauh," tambahnya. (*)
Baca juga: Penembakan Mobil Aktivis Forum Pekalongan Bangkit, Polisi Periksa 18 Saksi dan Tunggu Hasil Labfor