Berita Pekalongan
Jembatan Ambles, Siswa di Pekalongan Kesulitan Akses Jalan, Mobil Pemdes Dikerahkan Antar-Jemput
Tidak hanya Mobil Siaga Desa yang dikerahkan untuk antar-jemput, terkadang mobil pribadi kepala desa juga digunakan untuk memfasilitasi siswa.
Menurutnya, SMPN 2 Kajen lokasinya ada di Desa Gejlig, Kecamatan Kajen.
Apabila naik sepeda ontel sangat jauh sekali dan pasti dikejar-kejar waktu agar bisa sampai ke sekolah.
Dari pertemuan dengan siswa itu, Ade langsung menggelar rapat bersama dengan para perangkat desa.
"Dari hasil rapat itu muncul Ide untuk antar-jemput siswa dan disepakati bersama.
Lalu, saya meminta izin ke kecamatan dan alhamdulilah di-acc (setujui).
Mobil Siaga Desa pun disiapkan.
Setelah itu, perangkat desa mendata pelajar yang tidak mampu dan orang tuanya tidak bisa antar-jemput karena tak ada kendaraan," ujarnya.
Baca juga: Tubuh Seorang Wanita Ditemukan di dalam Sumur di Pekalongan, Sebelumnya Berpamitan dengan Suami
Kemudian, tercatat ada sekitar 25 siswa yang setiap haris harus melintas Jembatan Jagung, namun hanya 11 siswa yang setiap hari ikut antar jemput mobil siaga.
"Didapatlah 11 siswa.
Itu terdiri atas siswa SD dan SMP.
Di antaranya MTs NU Kesesi, SMPN 1 Kesesi, SMPN 2 Kesesi, SMPN 2 Kajen, dan SDN Jagung," imbuhnya.
Titik keberangkatan dibagi dua.
Di Dusun Jagung Lor dan Jagung Kidul.
Siswa yang rumahnya di Jagung Lor pakai mobil siaga, titik kumpul di Balai Desa Jagung.
Baca juga: Sepekan Lebih Pria Pekalongan Nangkring di Pohon Pinus Setinggi 20 M di Pemalang, Diduga Depresi!
Sementara siswa bertempat tinggal di Jagung Kidul, titik berangkatnya berada di rumah miliknya.