Kasus Ginjal Akut Misterius

Tips Menjaga Kesehatan Ginjal pada Anak, Cukupi Asupan Cairan Setiap Hari

Penyebab gagal ginjal yang paling utama adalah kurang cairan, yang bisa merusak kinerja ginjal dalam melakukan fungsinya, seperti membuang racun.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
PEXELS
Penyebab gagal ginjal yang paling utama adalah kurang cairan, yang bisa merusak kinerja ginjal dalam melakukan fungsinya, seperti menyaring darah dan membuang racun. 

TRIBUNBANYUMAS.COM- Gangguan ginjal akut misterius terjadi di Indonesia dan ditemukan di 20 provinsi. Hal ini dilaporkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat 192 kasus gagguan ginjal pada anak-anak.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, kasus-kasus itu ditemukan di 20 provinsi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Aceh, Selasa (18/10/22).

Kasus gagal ginjal akut misterius menyerang ratusan anak-anak usia 6 bulan-18 tahun dalam dua bulan terakhir.

Baca juga: Dua Kasus Ginjal Akut Ditemukan di Batang, Satu Anak Meninggal Dunia dengan Penyakit Penyerta

Baca juga: Balita 8 Bulan di Banyumas Meninggal Diduga akibat Gagal Ginjal Akut, Dinkes: Ada Sakit yang Lain

Baca juga: Kasus Ginjal Akut Misterius sedang Merebak, Simak Tips Jaga Kesehatan Ginjal dengan Langkah CERDIK

Gejala gagal ginjal akut adalah diare, mual muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. 

Hal ini membuat orang tua meningkatkan kewaspadaan, sekaligus acuan pelayanan kesehatan dalam memberikan penanganan medis pasien gagal ginjal.

Penyebab gagal ginjal yang paling utama adalah kurang cairan, yang bisa merusak kinerja ginjal dalam menjalankan fungsinya, seperti menyaring darah dan membuang racun dalam tubuh. 

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung pada usia, berat badan, penyakit dan iklm.

Orang dewasa membutuhkan cairan 8 gelas setiap harinya, sedangkan untuk anak-anak cukup dengan 6 gelas sehari.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal anak agar tetap sehat dibutuhkan pencegahan yang dilakukan sejak dini, diantaranya:

1.  Mengurangi asupan garam

Membatasi asupan garam dapat mengurangi albuminuria atau kelebihan protein dalam urine yang merupakan ciri gejala gagal ginjal.

2.  Jaga berat badan anak tetap normal

Anggapan orang tua mengenai anak tumbuh gemuk adalah sehat, ternyata salah.

Sebab anak bisa beresiko mengidap penyakit ginjal di masa mendatang, selain itu anak juga beresiko terkena jantung.

3.  Olahraga rutin

Anda bisa megajak anak untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin 4-5 kali dalam seminggu.

Untuk usia balita tidak perlu melakukan olah raga berat, para orang tua bisa membebaskan balita bergerak secara aktif.

Batasi juga bermain gadget dan televisi, agar anak lincah melakukan aktivitas fisik.

4.  Konsumsi sayur dan buah

Orang tua diimbau untuk mengatur konsumsi sayur dan buah yang banyak, agar dapat meningkatkan fungsi ginjal pada anak.

5. Cukupi asupan cairan setiap hari

Aturan konsumsi air putih bagi anak-anak sebanyak 6 gelas per hari.

Minuman seperti jus buah, susu, dan sejenisnya memang diperbolehkan, namun dianjurkan mengonsumsi air putih karena tidak mengandung kalori yang memengaruhi berat badan. (***)

ADR

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved