Berita Cilacap

UPDATE Bencana Tanah Bergerak Jeruklegi Cilacap: 13 Rumah Rusak Parah!

Bencana tanah bergerak di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meluas, kini 13 rumah rusak.

tribunbanyumas.com/pingky
Kondisi rumah warga yang rusak parah akibat bencana tanah bergerak di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2022). Akibat bencana itu, 13 rumah warga rusak parah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Bencana tanah bergerak di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meluas, kini 13 rumah rusak.

Hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut menjadi satu faktor penyebab bencana tanah bergerak meluas.

Kepala Desa Karangkemiri, Kuswadi menyebutkan bahwa bencana tanah bergerak pertama kali terjadi pada Sabtu (8/10/2022) pagi.

Bencana terjadi sekira pukul 03.00 WIB ketika warga sedang terlelap tidur.

Baca juga: Tujuh Rumah Warga Karangkemiri Cilacap Dikosongkan, Retak dan Membahayakan Akibat Pergerakan Tanah

Kondisi jalan penghubung RT 004 dan RT 005 RW 002 Dusun Situ, Desa Karangkemiri, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang ambles karena tanah bergerak, Kamis (13/10/2022).
Kondisi jalan penghubung RT 004 dan RT 005 RW 002 Dusun Situ, Desa Karangkemiri, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang ambles karena tanah bergerak, Kamis (13/10/2022). (tribunbanyumas.com/pingky)

"Kejadiannya Sabtu dini hari jam 3 pagi, tentunya saat itu warga sedang tidur lelap.

Saat itu juga kondisi sedang hujan dan hujannya sudah 3 hari sejak hari Kamis lalu," kata Kuswadi kepada TribunBanyumas.com, Kamis (14/10/2022) sore.

Adapun bencana tanah bergerak tepatnya terjadi di wilayah RT 003 dan RT 004 RW 002 Dusun Situ, Karangkemici, Jeruklegi, Cilacap.

Kuswadi menyebutkan bahwa bencana tanah bergerak di Dusun Situ bukan pertama kalinya terjadi, namun sudah ketiga kalinya dalam periode berbeda.

Baca juga: Cilacap Bagian Timur Kembali Banjir, 9 Desa Terdampak

Namun, kata Kuswadi tahun 2022 ini merupakan tahun terparah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sebelumnya tahun 2021 lalu ada 7 rumah yang rusak, sekarang di tahun 2022, total rumah yang rusak ada 13 unit," kata Kuswadi.

Kondisi 13 unit rumah tersebut rusak parah dan sama sekali sudah tidak layak untuk dihuni lagi karena kondisi tanah yang terus mengalami pergerakan.

Sementara itu, dikatakan Kuswadi bahwa dusun Situ memiliki kondisi tanah labil.

Berada di lereng pegunungan dan memiliki jenis tanah lempung membuat wilayah tersebut rawan akan bencana tanah bergerak maupun tanah longsor.

"Saat ini untuk sementara warga yang terdampak diungsikan dahulu di rumah tetangga maupun di rumah anggota keluarga lain, karena kondisi rumah sudah rusak parah tidak layak huni," jelasnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Cilacap Hari Ini Jumat 14 Oktober 2022: Waspada Hujan!

Sementara itu untuk menanggulangi bencana ini, dari BPBD CIlacap sudah mendatangi lokasi untuk pemantauan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved