Berita Cilacap

Tujuh Rumah Warga Karangkemiri Cilacap Dikosongkan, Retak dan Membahayakan Akibat Pergerakan Tanah

Pergerakan tanah merusak belasan rumah warga di Dusun Situ, Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Dinding salah satu rumah warga retak akibat pergerakan tanah di Dusun Situ, Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (13/10/2022). Tercatat, ada belasan rumah yang rusak akibat pergerakan tanah dan tujuh di antaranya dikosongkan karena membahayakan penghuni. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pergerakan tanah merusak belasan rumah warga di Dusun Situ, Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Kejadian ini juga membuat tujuh rumah dikosongkan lantaran membahayakan penghuninya.

Pergerakan tanah itu membuat dinding rumah warga retak dan merusak lantai.

Juga, membuat tanah ambles.

Baca juga: Tanah Ambles, 15 Rumah di Jatisaba Banyumas Terisolasi. 40 Warga Mengungsi

Baca juga: Tiga Bulan, Polresta Cilacap Amankan 25 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Mainah (47), satu di antara pemilik rumah, mengungkapkan, rumahnya mengalami retak-retak pada Sabtu (8/10/2022) dini hari.

"Hujan terus semalaman, beberapa hari sebelumnya juga hujan terus. Sekitar pukul 03.00 WIB, tiba-tiba bunyi 'ptelok-pletok'," kata Mainah saat ditemui di rumahnya, Kamis (13/10/2022).

Saat kejadian, rumah hanya dihuni nenek Mainah lantaran Mainah sedang bekerja di Jakarta.

"Waktu kejadian, nenek terbangun dan langsung lari ke rumah atas (rumah tetangganya) sambil nangis-nangis," ujar Mainah.

Sejak saat itu, rumahnya terpaksa dikosongkan karena kondisinya membahayakan.

"Saya hanya bisa pasrah, rumah enggak bisa dipakai. Takut mau ditinggali lagi, saya sekarang tinggal di rumah mertua," kata Mainah.

Baca juga: Aktivitas Pertanian Lumpuh akibat Banjir, Warga Karangbawang Cilacap Berharap Bantuan Makanan

Baca juga: 143 Rumah di Lima Kecamatan di Cilacap Rusak Tersapu Angin, 1 Rumah Rata dengan Tanah

Sementara itu, pejabat fungsional penataan kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Basuki Wibowo mengatakan, ada 13 kepala keluarga (KK) yang terdampak pergerakan tanah itu.

"Tujuh rumah sudah tidak layak huni. Warga yang terdampak mengungsi di rumah saudaranya."

"Kalau cuaca cerah, mereka kembali ke rumah, memantau hewan ternak dan lainnya," kata Basuki. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belasan Rumah di Cilacap Retak akibat Pergerakan Tanah, Nenek Mainah Lari Sambil Menangis Selamatkan Diri".

Baca juga: Presiden Jokowi Beri Sinyal akan Rombak Kabinet, Copot Menteri dari Nasdem?

Baca juga: Bidan Puskesmas Rowobungkul Blora Diduga Jadi Calo, Janjikan Diterima di BPN Asal Setor Rp 20 Juta

Baca juga: Peresmian Flyover Ganefo Mranggen Demak Diwarnai Aksi Demo Warga

Baca juga: Catat! Ini Rute Pengalihan Arus di Tugu Muda Jelang Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved