Kuliner Purbalingga
Nopia Asli Ting Lie Liang di Purbalingga,Tetap Mempertahankan Resep Turun Temurun
Toko Nopia Asli Ting Lie Liang berdiri dari tahun 1940 dan merupakan makanan legendaris yang berada di Purbalingga
Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
TRIBUNBANYUMAS.COM - Bagi Anda yang berwisata di Purbalingga, jangan lupa untuk membawa buah tangan khas Purbalingga yang legendaris yaitu roti nopia atau nopia.
Banyak kios dan pusat toko oleh-oleh di Purbalingga yang menjual nopia, namun terdapat toko nopia yang legandaris dan terkenal di Purbalingga, bernama Toko Nopia Asli Ting Lie Liang.
Baca juga: Tahu Masak Pak Tambur, Kuliner Legendaris Cilacap yang Sudah Berjualan Sejak 1979
Baca juga: Brekecek Pathak Jahan, Kuliner Kebanggaan Warga Cilacap
Baca juga: Bakmi Anglo Pak Trisno, Kuliner Legendaris yang Lezat di Cilacap Berusia 48 tahun
Toko ini berada di Jalan AW Soemarmo No 10, Purbalingga Jawa Tengah.
Berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Toko Nopia Asli Ting Lie Liang berdiri pada tahun 1940.
Generasi pertama yang merintits usaha ini adalah Ting Lie Liang. Kemudian diteruskan oleh generasi kedua nya yang bernama Sudibyo Andrianto bersama ayahnya Matius Hirawan Andrianto.
Makanan legendaris nopia memang banyak yang dijual dan tersebar di berbagai tempat sekitar Purbalingga, Purwokerto dan Banyumas.
Nopia kini diproduksi dalam berbagai varian rasa seperti rasa cokelat, bawang goreng, durian, nanas, dan stroberi.
Berdasarkan sejarahnya, rasa nopia pada awal tahun 1940 adalah rasa bawang goreng, namun seiring berkembang nya inovasi dari pembeli sampai sekarang nopia mempunyai berbagai macam rasa, dan semua rasa yang baru tersebut tak kalah enak dari yang original.
Nopia dibuat dengan dua bagian, untuk bagian pertama berupa kulit nopia yang terdiri dari terigu, susu dan margarin.
Sedangkan bagian ke dua untuk isian nopia, yang terdiri dari terigu, susu, gula merah, gula pasir, margarin, minyak nabati dan selai untuk perasa.
Perasa yang digunakan toko Ting Lie Liang diambil dari buah asli, seperti durian, nanas, dan lain sebagainya. Buah-buahan ini dibuat selai terlebih dahulu agar rasanya khas.
Pembuatan Nopia juga masih dilakukan secara tradisional. Nopia dibakar menggunakan tungku khusus yang terbuat dari tanah liat.
Kayu untuk membakar pun bukan kayu sembarangan. Toko ini menggunakan kayu kelapa untuk memanggang nopia supaya kue yang dihasilkan akan terasa khas original.
Di Purbalingga dan Purwokerto memang banyak yang berjualan nopia, namun di toko milik Ting Lie Liang inilah orang menemukan rasa lain dari pada yang lain. Pembeli pun merasa puas dengan memakan nopia ini.
“Pusat oleh-oleh di Purbalingga, segala makanan ringan khas Purbalingga ada disini. Namun yang paling istimewa adalah kue nopia yang sudah terkenal dimana-mana. Nopia hasil produksi sendiri, rasanya khas rumahan. Mantab enak. Dan yang paling penting harga bersahabat dan penjualnya ramah,” ungkap Gabriel, seorang pelanggan nopia khas Purbalingga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/toko-nopia-asli.jpg)