Berita Jepara

Seni Ukir Macan Kurung Jepara dan Kuliner Horog-horog Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Seni ukir yang penuh estetik khas Jepara yakni Macan Kurung dan kuliner khas Jepara horog-horog diusulkan menjadi warisan budaya tak benda pada 2023.

tribunbanyumas.com/m yunan setiawan/m syofri kurniawan
Kolase makanan khas Jepara, horog-horog dan seni ukir khas Jepara yang dinamakan Macan Kurung. Macan Kurung dan horog-horog diusulkan menjadi warisan budaya tak benda pada 2023. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Seni ukir yang penuh estetik khas Jepara yakni Macan Kurung dan kuliner khas Jepara horog-horog diusulkan menjadi warisan budaya tak benda pada 2023.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ida Lestari mengatakan bahwa pengusulan itu merupakan bentuk perhatian pemerintah sebagai pelindung sekaligus pelestarian kebudayaan Jepara.

Ida membeberkan, karya seni ukir tiga dimensi Macan Kurung dihasilkan dengan teknik khusus.

Pasalnya langsung dari segelondong kayu utuh.

Baca juga: Ancam Sebar Foto Bugil, Pemuda Jepara Cabuli Pacar Ratusan Kali

Pengerjaannya tidak disambung maupun ditempel menggunakan lem.

Kreativitas ini masih dimiliki oleh beberapa pengrajin belakang gunung di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara.

Tidak hanya itu, seni pertunjukan emprak dan kentrung juga diusulkan menjadi warisan budaya tak benda.

"Jadi bukan bendanya, tapi teknik.

Mengukir macan di dalam kurungan itu tidak semua orang bisa, harus benar-benar maestro," kata Ida kepada TribunBanyumas.com, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Warga Mlongo Jepara Cabuli Kekasih di Bawah Umur, Ancam Sebar Foto Bugil jika Menolak

Di Desa Mulyoharjo juga sudah ada ikon Macan Kurung di jalan masuk ke sentra ukir tersebut.

Keberadaan ikon atau monumen tersebut sangat mendukung seni ukir Macan Kurung ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Sementara untuk kuliner horog-horog, diusulkan karena memiliki kekhasan tersendiri.

Makanan itu pun hanya bisa ditemukan di Jepara

"WBTB itu identik dengan khasnya yang di daerah pengusul," imbuhnya.

Baca juga: Viral! Seorang Camat di Jepara Bersitegang dengan Warga, Ternyata Gegara Tanah, Berikut Kronologinya

Menurutnya, apabila keempat karya budaya ini disetujui oleh tim ahli di pusat sebagai WBTB, maka akan melengkapi warisan budaya yang telah ditetapkan sebelumnya.

Diawali pada  2015 untuk penetapan seni ukir Jepara.

Berikutnya pada 2020 ada tiga sekaligus, yakni tradisi lomban kupatan dengan larung kepala kerbau, Perang obor Tegalsambi, dan Jembul Tulakan.(*)

Baca juga: Pelaku Curanmor di Jepara Ini Maunya Maling Motor Milik Petani, 24 Unit Jadi Korban, Ini Alasannya!

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved