Berita Cilacap

Jejak Soesilo Soedarman Diabadikan di Museum, Putra Cilacap yang Moncer di Militer dan Pemerintahan

Jejak prestasi Soesilo Soedarman, putra Cilacap yang moncer dalam karier di kemiliteran dan pemerintahan, diabadikan dalam Museum Soesilo Soedarman.

TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
Koleksi tank dan pesawat di Museum Soesilo Soedarman Cilacap, Kamis (15/9/2022). Museum Soesilo Soedarman di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Jejak prestasi Soesilo Soedarman, putra Cilacap yang moncer dalam karier di kemiliteran dan pemerintahan, diabadikan dalam Museum Soesilo Soedarman.

Museum di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap ini, menceritakan perjalanan Soesilo Soedarman sejak kecil hingga tutup usia.

Diresmikan pada tahun 2007 oleh Jero Wacik, menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI kala itu, museum ini menjadi satu-satunya museum di Kabupaten Cilacap.

Museum Soesilo Soedarman menempati Pendopo Wisma Mbah Ageng, tempat tinggal Soesilo Soedarman sejak kecil.

Tempat ini merupakan rumah Eyang Bona Wangsawiredja, yang juga menjabat sebagai Penatua Desa Gentasari.

Rumah bermodel joglo tersebut dibangun pada tahun 1899 oleh Eyang Dipakarsa, yang merupakan eyang buyut Soesilo Soedarman, yang juga sebagai penatua pertama di Desa Gentasari.

Baca juga: Penertiban Pedagang Daging Ayam Potong di Majenang Cilacap, Warga: Belum Ada Sebulan di Tepi Jalan

Baca juga: Ular Jali di Kamar Warga Lomanis Cilacap Bikin Panik, Petugas Damkar Turun Tangan Mengevakuasi

Saat ini, Pendopo Wisma Mbah Ageng berisi jejak karya dan prestasi dari seorang Soesilo Soedarman, baik di bidang militer maupun pemerintahan.

Jejak prestasi Soesilo Soedarman, sejak kecil hingga menutup usia, semua diabadikan di tempat ini.

Soesilo Soedarman dikenal masyarakat sebagai jenderal TNI bintang empat dengan segudang prestasi.

Selama 52 tahun, ia mengabdikan hidup untuk NKRI, mulai dari menjadi pasukan gerilya hingga menjabat sebagai menteri Pariwisata, menteri Pos dan Telekomunikasi RI, serta menjadi menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Tampak depan Museum Soesilo Soedarman Cilacap, Kamis (15/9/2022). Museum Soesilo Soedarman berada di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap.
Tampak depan Museum Soesilo Soedarman Cilacap, Kamis (15/9/2022). Museum Soesilo Soedarman berada di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap. (TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI)

Museum ini berisi berbagai koleksi, baik dari foto, penghargaan, pakaian, bahkan barang-barang yang biasa dia gunakan.

Memasuki kawasan museum, pengunjung akan disambut berbagai macam alat tempur militer, mulai dari pesawat, meriam, hingga tank amphibi yang dipajang di halaman pendopo.

Kemudian, memasuki area pendopo, ada replika patung Soesilo Soedarman, juga berbagai koleksi foto di pendopo bagian depan.

Museum ini juga memiliki ruangan-ruangan berisi berbagai koleksi Soesilo Soedarman dengan tiga matra TNI, yakni TNI AD, TNI AU, dan TNI AL. Serta, ada ruangan koleksi kepolisian.

Adapula sebuah mobil dinas yang dahulu digunakan Soesilo Soedarman ketika menjabat sebagai Menteri.

Jenderal TNI, Bintang Empat, pada tahun 1993, saat mejabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Kabinet Pembangunan VI.

Apoli Purini atau biasa disapa Ungky selaku

Direktur Eksekutif Museum Soesilo Soedarman, Apoli Purini mengatakan, awalnya, museum tersebut didirikan untuk mengabadikan prestasi Soesilo Soedarman.

Selain itu, juga untuk mengabadikan bangunan asli Wisma Mbah Ageng yang menjadi heritage bagi keluarga.

"Di sini, tersimpan segudang prestasi dan jejak karya untuk dikenang, khususnya oleh anak cucu dan keluarga besar Soedarman," kata Ungky, sapaannya, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Gagal Raih Poin Penuh! Persekat Tegal Tahan Imbang Tim Tamu PSCS Cilacap dengan Skor Kacamata

Baca juga: Berwisata ke Pantai Permisan di Cilacap, Disebut Juga Pantai Komando Tempat Prajurit TNI Berlatih

Namun, seiring berjalannya waktu, museum ini dibuka untuk umum.

Saat ini, museum tersebut juga berfungsi sebagai media pendidikan bagi masyarakat.

"Museum ini banyak dikunjungi anak-anak sekolah, sekarang sudah menjadi role mode untuk belajar sejarah."

"Kemudian, juga dapat menjadi suatu motivasi untuk tidak berkecil hati menjadi anak desa dengan melihat prestasi bapak Soesilo Soedarman yang juga merupakan putra asli Desa Gentasari," ujarnya.

Ungky menjelaskan, sejak dibangun hingga sekarang, Wisma Mbah Ageng tidak pernah mengalami perubahan secara signifikan.

Koleksi foto di Museum Soesilo Soedarman Cilacap, Kamis (15/9/2022). Museum Soesilo Soedarman di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap.
Koleksi foto di Museum Soesilo Soedarman Cilacap, Kamis (15/9/2022). Museum Soesilo Soedarman di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap. (TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI)

Semuanya masih asli dan sama seperti saat pertama kali dibangun pada tahun 1899 silam.

Bangunan ini masih dipertahankan keasliannya, contohnya dari tegel (lantai keramik) dan bentuk joglo.

Wisma Mbah Ageng pernah direvitalisasi pemerintah.

Akan tetapi, perbaikan bangunan hanya berupa penguatan fisik dan sama sekali tidak boleh mengubah induk bangunan karena masuk cagar budaya.

Ada tambahan pula berupa kolam renang, aula, dan juga perpustakaan, serta arena bermain untuk menunjang area museum.

"Semuanya masih asli, tidak ada yang diubah. Hanya saja, ada tambahan bangunan dibagian belakang untuk menunjang museum."

"Contohnya, Seperti kemarin, ada acara reuni dari SMP 2 Purwokerto di aula, jadi pengunjung juga bisa mengadakan acara di sini, sekaligus berwisata dan belajar sejarah," tutur Ungky.

Koleksi miniatur kapal di Museum Soesilo Soedarman Cilacap, Kamis (15/9/2022). Museum Soesilo Soedarman di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap.
Koleksi miniatur kapal di Museum Soesilo Soedarman Cilacap, Kamis (15/9/2022). Museum Soesilo Soedarman di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap. (TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI)

Ungky berharap, kehadiran Museum Soesilo Soedarman dapat memotivasi masyarakat bahwa anak kelahiran desa juga dapat berprestasi gemilang.

"Harapannya, dibukanya museum ini untuk umum dapat memotivasi masyarakat lewat figur beliau. Beliau membuktikan bahwa anak desa dapat berprestasi gemilang, baik di dunia pemerintahan maupun dunia kemiliteran," harapnya.

Museum Soesilo Soedarman dapat ditempuh selama kurang lebih 50 menit dari pusat Cilacap kota.

Pengunjung cukup membayar Rp5000 untuk masuk dan menikmati koleksi yang ada.

Museum Soesilo Soedarman buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB. (*)

Baca juga: PKS Kota Tegal Targetkan Dua Kali Lipat Kursi Legislatif pada Pemilu 2024

Baca juga: Sah! Jokowi Tandatangani Keppres Pemberhentian Tidak dengan Hormat Ferdy Sambo

Baca juga: Viral! Seorang Camat di Jepara Bersitegang dengan Warga, Ternyata Gegara Tanah, Berikut Kronologinya

Baca juga: Pendaki Gunung Merbabu Dilarang Lewat Jalur Timboa Boyolali, Ini Alasan Balai Taman Nasional Merbabu

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Memulai Sebuah Purwokerto

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved