Berita Blora

Terungkap! Ada Kepala Desa di Blora Terdata Terima BLT BBM

Belum lama disorot karena kasus pungli BLT BBM, Blora kembali menjadi perbincangan karena ada kepala desa terdaftar sebagai penerima bansos tersebut.

Editor: rika irawati
KONTAN/Carolus Agus Waluyo
Ilustrasi bantuan langsung tunai. Seorang kades di Blora terdata menerima BLT BBM dari pemerintah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Belum lama disorot karena terjadi potongan bantuan langsung tunai (BLT) BBM, Blora kembali menjadi perbincangan karena ada kepala desa terdaftar sebagai penerima BLT BBM.

Kades yang dimaksud, disebut ada di Kecamatan Kedungtuban.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Blora, Agung Heri Susanto, dalam acara Pembinaan Forkopimda Kepada Camat, Lurah, dan Kades se Kabupaten Blora di Pendopo Bupati, Rabu (21/9/2022).

"Ini riil, ada kepala desa itu masih terdata mendapat bantuan," ucap Agung di hadapan Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual.

Baca juga: Istri Kadus di Blora Diduga Potong BLT BBM Warga, Setiap Orang Setor Rp20 Ribu

Baca juga: Ganjar Geram BLT BBM di Blora dan Brebes Disunat: Jangan Main-main!

Terkait hal ini, Agung berharap, pemerintah mengevaluasi penerima bantuan agar benar-benar tepat sasaran.

"Jadi, ini kami evaluasi sehingga nama kepala desa langsung saya katakan untuk ditolak," tegasnya.

Agung yang juga kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, tersebut mengaku banyak yang bilang kalau bantuan tersebut dikembalikan maka tidak akan lagi kembali ke Blora.

"Padahal, masih ada yang membutuhkan, apakah boleh ini langsung diberikan kepada yang membutuhkan?" ujar dia.

Sebab, apabila fenomena tersebut terus berulang maka persoalan tentang penerimaan BLT yang tidak tepat sasaran juga kembali terulang.

"Sehingga, tinggal kejujuran kita apakah kita berani jujur apa yang kita berikan adalah yang berhak. Karena, kalau kita tidak jujur mulai saat ini maka persoalan ini akan berkepanjangan," kata dia.

Baca juga: Truk Tangki BBM Berlogo Koperasi Kepolisian Diamankan Polres Blora, Diduga Angkut Solar Ilegal

Baca juga: Mbah Suro Nginggil, Hutan Pertapaan, Jatuhnya Pesawat T-50i Golden Eagle Di Blora

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga sepakat untuk membenahi data-data yang tidak tepat terkait dengan masyarakat yang layak dan tidak layak menerima bantuan.

"Kami bersama-sama dengan kepala desa se-kabupaten Blora, sepakat bahwa carut marut data yang selama ini menjadi persoalan dan bisa merembet semua, kami sepakat untuk membenahi data itu," terang dia.

Sebelumnya, Blora menjadi viral di media sosial karena beredarnya video istri seorang kepala dusun (kadus) melakukan pungutan liar (pungli) BLT BBM.

Setiap penerima BLT BBM ditarik iuran Rp20 ribu dengan alasan untuk keperluan administrasi dan membeli minuman. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Oknum Kades di Blora Disebut Terima BLT BBM".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved