Senin, 4 Mei 2026

Berita Semarang

Akses Jembatan Sungai Bringin Hanyut, Pelajar dan Pekerja di Mangkang Semarang Terpaksa Naik Getek

Rakit kayu tersebut menjadi urat nadi aktivitas warga setelah jembatan darurat yang ada di wilayah Mangkang Wetan hanyut terbawa arus sungai Bringin

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
PAKAI GETEK -  Pemandangan tak biasa tampak di aliran Sungai Bringin, kawasan Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Rabu (21/1/2026). Mulai dari anak-anak sekolah hingga para pekerja dengan beragam usia, mereka menyeberangi sungai menggunakan getek rakit yang terbuat dari sisa-sisa kayu. Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

Ringkasan Berita:
  • Sudah sekitar lima hari terakhir, getek hasil swadaya warga itu menjadi penghubung utama antara wilayah Mangunharjo dan Mangkang Wetan dengan Kampung Tambaksari.
  • Meski rasa takut kerap menghantui, warga tetap harus melintas demi mencari nafkah. 
  • Pemandangan tak biasa itu dilakukan warga karena jembatan akses di Sungai Bringin, kawasan Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, hanyut terbaya banjir

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Warga Mangunharjo dan Mangkang Wetan, Kota Semarang, kini harus menjalani rutinitas dengan getek untuk menuju kampung Tambaksari.

Bagaimana tidak, jembatan akses mereka di Sungai Bringin, hanyut terbawa banjir sejak beberapa hari lalu.

Krena itu, tak ada pilihan bagi mereka untuk menyeberangi aliran Sungai Bringin, kawasan Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, menggunakan getek. 

Pemandangan itu bisa dilihat Rabu (21/1/2026). 

Puluhan kendaraan terparkir rapi di sebuah tenda tepi sungai, sementara aktivitas warga terlihat hilir mudik tanpa henti.

Mulai dari anak-anak sekolah hingga para pekerja dengan beragam usia, mereka menyeberangi sungai bergantian. 

Bukan menggunakan jembatan atau setidaknya perahu. Mereka melintasi sungai menggunakan getek rakit yang terbuat dari sisa-sisa kayu.

Sudah sekitar lima hari terakhir, getek hasil swadaya warga itu menjadi penghubung utama antara wilayah Mangunharjo dan Mangkang Wetan dengan Kampung Tambaksari.

Baca juga: Mario Londok Cerita Debutnya di PSIS Kurang Beruntung: Banyak Pemain Baru, Chemistry Belum Terbangun

Terlihat seadanya, namun rakit kayu tersebut menjadi urat nadi aktivitas warga setelah jembatan darurat yang ada di wilayah Mangkang Wetan hanyut terbawa arus sungai Bringin pada Jumat pekan lalu.

Takut tapi Tak Ada Pilihan Lain

Satu di antara warga, Sunipah (60) melintas dari Mangkang Wetan menuju Kampung Tambaksari.

Selama hampir sepekan terakhir, ia mengaku terpaksa menggunakan getek untuk menyeberangi sungai karena akses jembatan tidak bisa dilalui.

Perempuan paruh baya yang sehari-hari berdagang udang mentah di Pasar Karangayu itu berangkat ke pasar sejak pukul 01.00 dini hari dan baru kembali ke rumah sekitar pukul 12.30 siang. 

"Jane wedi 'sebenarnya takut'. Nak pas rob gede ngono iku banyune kan banter, Mbak 'Ketika rob, air melimpas'," kata Sunipah ditemui Tribun Jateng.

Meski rasa takut kerap menghantui, ia tetap harus melintas demi mencari nafkah. Menurutnya, saat rob datang pada malam hari, air sungai biasanya baru surut setelah tengah malam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved