Berita Blora

Istri Kadus di Blora Diduga Potong BLT BBM Warga, Setiap Orang Setor Rp20 Ribu

Istri seorang kepala dusun (kadus) di Kabupaten Blora diduga menyunat BLT BBM yang diterima warga. Masing-masing menyetor Rp20 ribu.

Editor: rika irawati
KONTAN/Carolus Agus Waluyo
Ilustrasi. Istri kadus di Blora diduga melakukan pungutan Rp20 ribu kepada setiap warga penerima BLT BBM di wilayah mereka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Istri seorang kepala dusun (kadus) di Kabupaten Blora diduga menyunat bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) dan program sembako yang diterima warganya.

Pemotongan bantuan ini terekam video yang tersebar di media sosial.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu terlihat seorang perempuan paruh baya sedang menerima uang hasil pemotongan BLT BBM dan program sembako dari warga, sebesar Rp 20 ribu.

Dalam video tersebut juga terdengar percakapan antara warga dengan seorang perempuan paruh baya diduga istri kadus, terkait kegunaan dana pemotongan tersebut.

"Biar padang jobo jero, uang e kagem nopo, Bu? (Agar terbuka luar dalam, uangnya buat apa, Bu, Red)?" tanya seorang warga dalam video tersebut.

Baca juga: Truk Tangki BBM Berlogo Koperasi Kepolisian Diamankan Polres Blora, Diduga Angkut Solar Ilegal

Baca juga: Antrean Mobil dan Motor Terjadi di SPBU Ngawen Blora Hingga Bikin Macet, Ini Penyebabnya

Pertanyaan itu pun direspon wanita paruh baya itu sembari menerima uang pecahan Rp 20 ribuan.

"Ya, kalau ikhlas (dipotong, Red) silakan, kalau tidak ikhlas ya tidak apa-apa," jawabnya.

Informasi yang diterima, wanita paruh baya yang menerima potongan BLT BBM itu adalah istri Kepala Dusun Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Blora.

Sementara itu, Kadus Nglego Sepon saat dikonfirmasi mengatakan, penyaluran BLT BBM dan Program Sembako di wilayahnya dilakukan langsung oleh Kantor Pos.

Baca juga: Polres Blora Amankan Truk Diduga Bermuatan Solar Ilegal, Modus: Pindahkan Solar ke Truk Lebih Kecil

Baca juga: Sepi Penumpang, Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan dari Tangerang ke Purbalingga dan Blora

Menurutnya, pemotongan BLT itu hanya administrasi sekadarnya.

"Itu kalau ikhlas (untuk dipotong, Red), kalau tidak ikhlas juga tidak apa-apa," ujar Sepon.

Terpisah, Kepala Kantor Pos Blora Windha Saktiana mengaku tidak mengetahui informasi mengenai pemotongan BLT BBM sebesar Rp 20 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).

"Akan kami konfirmasikan terlebih dahulu ke kepala kantor cabangnya, ya," katanya, Minggu (18/9/2022).

Ditegaskan Windha, dalam penyaluran BLT BBM melalui Kantor Pos Indonesia, tidak ada potongan.

"Penyaluran di pos tanpa potongan apapun dengan alasan apapun," tegasnya. (Ahmad Mustakim)

Baca juga: Demo di Balai Kota, Pengemudi Ojol Tegal, Slawi, Brebes Minta Pemerintah Penuhi 5 Tuntutan Ini

Baca juga: Produksi Cabai di Kabupaten Cilacap Mengalami Peningkatan

Baca juga: Keluhkan Dampak Kenaikan Harga BBM, Forum Lintas Kelembagaan Purbalingga Geruduk DPRD

Baca juga: Tak Mau Repot, 3 Pencuri Gondol Kotak Amal dari Masjid di Tawangsari Sukoharjo. Kabur Naik Motor

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved