Cilacap dalam angka

Berkat Sektor Industri Pengolahan, PDRB di Cilacap Meningkat

PDB pada tingkat nasional serta(PDRB) tingkat regional (provinsi) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk mengetahui kondisi ekonomi di daerah.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
tribunbanyumas.com/dina indriani
Suasana Proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). 

TRIBUNBANYUMAS.COM- Produk Domestik Bruto pada tingkat nasional serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (provinsi) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Baca juga: Pemkab Cilacap Alokasikan Rp6,88 Miliar untuk Bantuan Sosial

Baca juga: Prakiraan Cuaca Cilacap Hari Ini Sabtu 17 September 2022: Diguyur Hujan Sepanjang Hari

Baca juga: Jaga Ekosistem Sungai Bengawan Kalidonan Cilacap, PT BSI Ajak Instansi dan Komunitas Tanam Mangarove

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Cilacap tahun 2021 atas dasar harga berlaku sebesar Rp110.262,46 miliar, sedangkan dasar harga berlaku tanpa migas sebesar Rp69.826,77 miliar rupiah.

Nilai PDRB tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2020 yang masing-masing tercatat Rp105.150,54 miliar dan Rp65.991,35 miliar.

Baca juga: Info Harga Sembako Cilacap 16 September 2022: Cabai Rawit Merah Naik, Bawang Merah Turun

Baca juga: Pemkab Cilacap Siapkan Bansos untuk Sopir Angkot dan Pengemudi Ojol, Tiap Orang Terima Rp450 Ribu

Baca juga: Tak Terpengaruh Kenaikan BBM, Harga Sayur dan Bumbu Dapur di Pasar Gandrungmangu Cilacap Stabil

Hal yang sama juga terjadi pada PDRB atas dasar harga konstan, pada tahun 2021 PDRB atas dasar harga konstan dengan migas mengalami peningkatan menjadi Rp91,944,59 miliar.

Sementara untuk PDRB atas dasar harga konstan tanpa migas turun menjadi Rp48.435,23 miliar.

Kontribusi terbesar PDRB atas harga berlaku tahun 2021 tanpa migas berasal dari sektor Industri Pengolahan (58,35 persen), sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (9,58 persen), serta sektor Konstruksi (7,04 persen ) dan sektor Perdagangan Besar dan Eceran seperti reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 6,84 % . 

Baca juga: Soto Babat Kubangkangkung Berdiri Sejak 1980, Rasanya Tetap Autentik

Baca juga: Hadiri Sebar Apem Yaa Qowiyyu, Ganjar: Ini Bentuk Berbagi Rejeki dan Doa agar Masyarakat Kuat

Baca juga: Gubernur Ganjar Dukung Para Istri Eks Napiter untuk Mandiri Melalui Koperasi

Baca juga: Pemkab Cilacap Alokasikan Rp6,88 Miliar untuk Bantuan Sosial

ADR

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved