Berita Cilacap

Pemkab Cilacap Siapkan Bansos untuk Sopir Angkot dan Pengemudi Ojol, Tiap Orang Terima Rp450 Ribu

Pemkab Cilacap siap menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi bagia tukang ojek, sopir angkot, dan pelaku UMKM.

TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
Sopir angkot di Cilacap menunggu penumpang di kawasan Terminal Cilacap, Selasa (13/9/2022). Pemkab Cilacap mengalokasikan dana Rp6,67 miliar dari APBD 2022 untuk bantuan sosial tukang ojek, sopir angkot, dan pelaku umkm sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap siap menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kategori tukang ojek, sopir angkutan, dan pelaku UMKM.

Mereka telah menyiapkan dana Rp6,67 miliar yang bersumber dari dua persen alokasi anggaran DTU (Dana Transfer Umum) dan juga APBD Kabupaten Cilacap.

Bantuan sosial ini untuk meng-cover warga yang tak mendapat bantuan sosial dari pemerintah pusat, baik bantuan langsung tunai (BLT) BBM maupuan bantuan subsidi upah (BSU).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap Arida Puji Hastuti mengatakan, ada 7.100 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima bansos masing-masing Rp450 ribu.

"Bantuan ini diperuntukan bagi masyarakat miskin yang masuk dalam DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial)," kata Arida, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Tahu Masak Pak Tambur, Kuliner Legendaris Cilacap yang Sudah Berjualan Sejak 1979

Baca juga: Teriakan Minta Tolong Mengungkap Kejadian Anak Bacok Ayah hingga Tewas di Gandrungmanis Cilacap

Bantuan ini menyasar tukang ojek, sopir angkutan, dan juga pelaku UMKM di Cilacap.

Menurut Arida, data penerima bansos ini bersumber dari Dinas Perhubungan dan juga Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap.

Arida mengungkapkan, bantuan sosial ini hanya diperuntukan bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan Cilacap, yakni mereka yang ada di 15 kelurahan di wilayah Cilacap Kota.

"Bantuan ini hanya untuk di wilayah Cilacap kota saja, ada 15 kelurahan. Karena memang untuk wilayah desa, sebelumnya, sudah mendapat bantuan dari alokasi dana desa (DD)," ungkapnya.

Masing-masing KPM nantinya akan menerima bantuan sebesar Rp150 ribu setiap bulannya.

Baca juga: Tak Terpengaruh Kenaikan BBM, Harga Sayur dan Bumbu Dapur di Pasar Gandrungmangu Cilacap Stabil

Baca juga: Masa Jabatan Berakhir November, Bupati Cilacap Tatto Minta Penerusnya Lanjutkan Bangga Mbangun Desa

Bantuan itu berlaku selama 3 bulan, yakni untuk Oktober, November, dan juga Desember.

"Untuk pencairan dilakukan sekali. Jadi, tiap-tiap KPM akan menerima bantuan Rp450 ribu," kata Arida.

Terkait waktu penyaluran, Arida belum dapat memastikan.

Pasalnya, menurut Arida, penyaluran bantuan tersebut harus melewati beberapa proses, misalnya adanya Peraturan Bupati, adanya sosialisasi, dan juga verifikasi data.

"Kalau pencairan belum bisa dipastikan, mungkin nanti, November, atau paling cepat mungkin Oktober," katanya.

Sedangkan untuk penyaluran, kata Arida, nantinya tidak melalui Kantor Pos, melainkan melalui bank daerah, yakni Bank Jateng. (*)

Baca juga: Rumah Layak Huni dan Irigasi Dibangun Gubernur Ganjar, Warga Desa Donosari Gelar Syukuran

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Jumat 16 September 2022. Stabil

Baca juga: 1,3 Juta Pekerja di Jateng Belum Terima BSU Rp600 Ribu, Disnaker: Sabar, Masuk Tahap Berikutnya

Baca juga: Densus 88 Antiteror Tangkap 8 Terduga Teroris di Dumai, Ada yang Terlibat Penyerangan Polda Riau

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved