Berita Jateng

Rumah Layak Huni dan Irigasi Dibangun Gubernur Ganjar, Warga Desa Donosari Gelar Syukuran

Masyarakat Desa Donosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menggelar syukuran karena mendapatkan bantuan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: Pujiono JS
IST
Ganjar meninjau bantuan RTLH dan syukuran bersama warga di Masjid Jami'Baitul Mu'min, Desa Donosari, Patebon, Kendal, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bagi masyarakat Jawa Tengah, syukuran menjadi lambang ucapan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa karena suatu cita-cita sudah terwujud. Itulah yang dilakuka masyarakat Desa Donosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal saat mereka menggelar syukuran karena mendapatkan bantuan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga: Gubernur Ganjar Terharu dan Bangga saat Mendengar Perjuangan dr Lie Mendirikan Rumah Sakit Apung

Baca juga: Pasokan Solar untuk Nelayan Kendal Kurang, Gubernur Ganjar Kontak Pertamina dan BPH Migas

Baca juga: Gubernur Ganjar Ingin Jateng Belajar soal Peternakan Sapi ke Australia

Syukuran itu dihadiri oleh Ganjar Pranowo yang sedang meninjau hasil bantuan di desa tersebut.

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat meliputi tiga objek. Di antaranya rumah tidak layak huni (RTLH) berjumlah 2 unit dengan anggaran masing-masing Rp 20 juta, Jaringan Irigasi Desa (JIDes) dengan nilai Rp 200 juta, dan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) dengan nilai Rp 200 juta.

"Ini masyarakat lagi syukuran ya. Ada bantuan Pemprov untuk jalan usaha tani, irigasi, terus tadi kita melihat RTLH yang dibantu Baznas. Ini juga ada anak-anak muda yang menyampaikan ide bagaimana caranya kita mengelola bantuan ini dengan baik dan hari ini mereka syukuran," kata Ganjar usai meninjau bantuan RTLH dan syukuran bersama warga di Masjid Jami'Baitul Mu'min, Desa Donosari, Patebon, Kendal, Kamis (15/9/2022).

Dalam dialog antara Ganjar dengan masyarakat Donosari, diketahui bahwa ketiga bantuan yang diberikan Pemprov Jateng itu sudah tuntas dilaksanakan.

Baca juga: Gubernur Ganjar Perkuat Kerjasama Jateng dengan Australia di Bidang Kesehatan, Pendidikan & Ekonomi

Baca juga: Gubernur Ganjar Berjanji Dampingi Petani Dapatkan BBM untuk Peralatan Pertanian

Baca juga: Kunjungi Petani di Ambarawa, Gubernur Ganjar Sebut Gapoktan Bisa Sejahterakan Petani

Realisasi bantuan juga berjalan bagus dengan hasil yang bagus. Tanpa ada dana yang diselewengkan.

"Bantuannya sudah selesai, dikorupsi apa nggak? Nggak katanya. Itu jaminannya. Kalau itu biasa baik pasti akan berjalan baik. Partisipasi masyarakat begitu penting, ya idenya, kontrolnya, sehingga seluruh apa yang kita kerjakan apalagi kalau menggunakan uang negara itu bagus hasilnya," kata Ganjar.

Dari dialog itu pembahasan juga berkembang dengan adanya berbagai masukan dari kelompok masyarakat.

Mulai dari persoalan sampah, sedimentasi sungai, hingga sertifikat tanah. Menurut Ganjar, model musyawarah seperti yang dilakukan masyarakat Donosari merupakan model bagaimana memecahkan masalah dari level terbawah.

"Tentu obrolannya berkembang dan hari ini ada obrolan tentang sampah, sedimentasi. Menurut saya ini cara khas desa, di mana musyawarah bisa dilakukan di level desa dan itu bisa dijadikan atau digeser menjadi kebijakan publik," katanya.

Baca juga: Gubernur Ganjar Gandeng BPK untuk Tingkatkan Keahlian dalam Mengelola Keuangan

Baca juga: Gubernur Ganjar Dorong Pemerintah Pusat Kaji Ulang Penghapusan Tenaga Honorer

Baca juga: Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Gubernur Ganjar Manfaatkan Potensi Anggaran BTT Rp 500 Miliar

Terkait masalah sampah, Ganjar berharap muncul gerakan-gerakan dari Kelompok masyarakat untuk sadar hidup bersih, memilah sampah dari rumah, hingga menyiapkan tempat pengolahan sampah.

Gerakan tersebut dapat dimulai dari level bawah seperti di tingkat desa atau kelompok masyarakat terkecil.

"Sampah itu memang harus dibereskan segera. Maka tadi saya sampaikan kepada Kadesnya, kepada kelompok masyarakat, ayo dibuat gerakan. Gerakan untuk membereskan itu. Masyarakat harus mau, kalau nggak mau dan hanya bilang tolong Pak sampahnya dibersihkan sambil ia buang sampah ya nggak jadi. Itu butuh gerakan hidup bersih, tempat sampahnya ada, pengolahan sampahnya ada," jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan siap membantu apabila masyarakat membutuhkan sarana prasarana untuk pengolahan sampah. Sebab sekarang ini sampah dapat diolah menjadi berbagai macam bahkan sampai bisa menjadi solar.

"Kalau memang butuh sarana prasarana kita bisa bantu, itulah sekali lagi yang bisa didorong untuk menjadi kebijakan publik untuk pengolahan sampahnya. Nanti anak-anak muda ini akan bisa bergerak. Kalau perlu ya kita dampingi begitu agar ada pilihan pengolahan yang paling baik," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved