Kuliner Banjarnegara

Mendoan Raksasa Banjarnegara yang Sudah Mendunia

Namun ada yang berbeda dari mendoan Kang Sarwono, yaitu ukurannya 6 kali tempe biasa atau dengan lebar 15 cm dan panjang 30 cm.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
google review
Mendoan Raksasa Khas Banjarnegara 

TRIBUNBANYUMAS.COM-  Mendoan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak benda Indonesia 2021.

Mendoan memang tak sekadar makanan bagi warga Banyumas. Kliner berbahan kedelai ini sudah menjadi menu santapan sehari-hari dan menjadi identitas warga Banyumas.

Baca juga: Kuliner Unik Banyumas: Mendoan Ghosting Sawangan Purwokerto. Ada Isian, Dijamin Tak Bikin Sakit Hati

Baca juga: Mudik ke Banyumas? Jangan Lupa Mampir ke Pusat Oleh-oleh Sawangan Purwokerto, Ada Mendoan Jumbo

Baca juga: Lagi Viral di Banyumas, Mendoan Jumbo Ukuran 30x30 Cm. Baru Dimasak saat Pembeli Datang

Mendoan konon sudah ada sejak tahun 1870 dan merupakan makanan favorit para adipati zaman dahulu. Tekstur lembek mendoan konon merupakan filosofi untuk karakter orang Banyumas yang fleksibel.

Salah satu mendoan yang paling terkenal di Banjarnegara adalah Mendoan Raksasa Kang Sarwono. Pada tahun 2009 usahanya bernama Mendoan Sandal, namun sampai saat ini diganti menjadi Mendoan Raksasa Kang Sarwono.

Mendoan raksasa khas Banjarnegara
Mendoan raksasa khas Banjarnegara (GOOGLE REVIEW)

Mendoan merupakan makanan yang terbuat dari tempe dan tepung lalu digoreng setengah matang atau sesuai permintaan pelanggan.

Namun ada yang berbeda dari mendoan Kang Sarwono, yaitu ukurannya 6 kali tempe biasa atau dengan lebar 15 cm dan panjang 30 cm, tak heran dijuluki dengan mendoan raksasa.

Dilihat dari unggahan Youtube milik Kang Sarwono (Mendoan Kang Sarwono) mengungkapkan bahwa ia membuat tempe mendoan raksasa ini agar berbeda dari yang lain. Alasan kata raksasa ini merupakan harapan dan cita-cita agar usahanya besar dan ada dimana-mana.

Baca juga: Siswa SMK Swagaya 2 Purwokerto Antusias Bikin Mendoan, Ucap Syukur Mendoan Banyumas Jadi WBTb

Baca juga: Mendoan Jadi Kebanggaan Masyarakat Banyumas Raya, Ditemukan secara Kebetulan Menurut Ahmad Tohari

Baca juga: Mendoan Banyumas Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Ini Sejarah dan Maknanya

 "Ada harapan kami untuk selalu mengembangkan usaha seperti bentuk dan namanya, raksasa atau besar dan ada dimana mana," ungkapnya di unggahan video Youtubenya.

Untuk pembuatannya, Kang Sarwono mengutamakan kualitas bahan.

"Kedelai direbus 2 kali, dalam membungkus tempe kita gunakan daun, agar lebih alami, ini bisa pengaruh terhadap rasa juga, sedangkan dalam pemilihan tepung dan bumbu harus benar benar yang berkualitas, jangan sembarang, apalagi dalam penggunaan minyak goreng, sebaiknya kita menggunakan minyak goreng kemasan," jelasnya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved