Breaking News:

Berita Banyumas

Mendoan Jadi Kebanggaan Masyarakat Banyumas Raya, Ditemukan secara Kebetulan Menurut Ahmad Tohari

Makanan yang tidak pernah terlepaskan dari kehidupan sehari-hari warga Banyumas itu punya nilai historis tersendiri.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Pedagang saat menggoreng mendoan di pusat oleh-oleh Sawangan, Purwokerto pada Selasa (25/2/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Warga Banyumas dan sekitarnya pasti mengenal mendoan. Makanan dari tempe ini sangat populer dan banyak digemari.

Mendoan biasanya disajikan sebagai pelengkap nasi, pecel, atau sekadar camilan.

Makanan yang tidak pernah terlepaskan dari kehidupan sehari-hari warga Banyumas itu punya nilai historis tersendiri.

Tak heran, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan mendoan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Gelar ini diberikan dalam rapat yang digelar di Jakarta, Selasa (26/10/2021)-Sabtu (30/10/2021) lalu.

Penghargaan ini pun memberi kebanggaan tersendiri bagi warga Banyumas dan sekitarnya.

Budayawan Ahmad Tohari saat ditemui di kediamannya di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, 15 Mei 2019.
Budayawan Ahmad Tohari saat ditemui di kediamannya di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, 15 Mei 2019. (TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI)

Budayawan Banyumas Ahmad Tohari bercerita, mendoan ditemukan secara tidak sengaja oleh warga Kabupaten Banyumas.

Meski produk ketidaksengajaan tetapi menjadi lebih populer dari produk yang semula akan dibuat, yaitu keripik tempe.

Menurut Tohari, awalnya, orang Banyumas akan membuat keripik tempe.

Keripik tempe dibuat dari tempe yang diiris tipis agak lebar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved