Rabu, 13 Mei 2026

Ratu Elizabeth II Wafat

Ratu Elizabeth Keturunan Nabi Muhamad? Kontroversi Lama Kini Muncul Kembali

Setelah kematian Ratu Inggris Elizabeth, kini muncul kembali kontoversi bahwa ratu keturunan Nabi Muhamad.

Tayang:
Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
AP PHOTO/FRANK AUGSTEIN via Kompas.com
Ratu Elizabeth II melambaikan tangan ke massa saat perayaan Platinum Jubilee Pageant di Istana Buckingham, London, Minggu (5/6/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, LONDON- Setelah kematian Ratu Inggris Elizabeth II pada 8 September 2022 pada usia 96 tahun, berbagai pernyataan muncul. Salah satunya adalahklaim yang telah lama diperdebatkan bahwa sang ratu memiliki hubungan leluhur dengan Nabi Muhamad.

Setelah menelusuri silsilah keluarganya kembali 43 generasi, sejarawan berpikir Ratu adalah keturunan pendiri Islam, sesuai beberapa laporan.

Baca juga: Dipuji Energik Hingga Akhir Hayat, Ini Rahasia Ratu Elizabeth II Soal Makanan

Baca juga: Ratu Elizabeth II Wafat dengan Meninggalkan Banyak Kenangan

Baca juga: Sepak Bola Inggris Ikut Berduka atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II, Dua Laga Ditunda

Dilasir dari media asing opindia.com menurut klaim, Ratu Elizabeth II adalah keturunan Nabi Muhamad. Nenek moyangnya telah ditelusuri kembali selama berabad-abad, dan ada keraguan tentang kemungkinan Elizabeth dari merupakan keturunan seorang putri Muslim bernama Zaida, serta asal-usul dan keturunan Zaida sendiri.

Klaim itu muncul secara terbuka pada tahun 2018 ketika sebuah surat kabar Maroko mengklaim telah melacak nenek moyang Ratu Elizabeth.

Sebuah laporan Maret 2018 di media harian Maroko Al-Ousboue menegaskan kembali pernyataan yang dibuat oleh Harold B Brooks-Baker, direktur penerbitan Burke's Peerage Partnership, bahwa ratu adalah keturunan langsung ke-43 Nabi melalui putri Muhammad Fatimah.

Pada tahun 1986, direktur penerbitan Burke, Harold B Brooks-Baker, menulis surat kepada Perdana Menteri Margaret Thatcher, meminta perlindungan yang ditingkatkan untuk keluarga kerajaan.

Baca juga: Berusaha Menyusup Kastil Windsor, Pemuda di Inggris Ancam Bunuh Ratu Elizabeth Pakai Panah

Baca juga: Menyusul Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip, Paus Fransiskus Bakal Divaksin di Vatikan

Baca juga: Ratu Elizabeth Buka Lowongan ART Magang: Disiapkan Gaji Rp 367 Juta, Pengalaman Tak Diutamakan

"Keturunan langsung keluarga kerajaan dari Nabi Muhammad tidak dapat diandalkan untuk melindungi keluarga kerajaan selamanya dari teroris Muslim," tulis Brooks-Baker, pakar dari otoritas silsilah Burke's Peerage.

Dia berkata, “Sedikit yang diketahui oleh orang-orang Inggris bahwa darah Muhammad mengalir di pembuluh darah ratu. Mengenali hubungan akan menjadi kejutan bagi banyak orang, ini adalah fakta yang dibanggakan oleh semua pemuka agama Islam.” 

Klaim ahli silsilah kerajaan itu dianggap banyak pihak salah. Suratnya kepada Margaret Thatcher diduga sebagai trik untuk mempopulerkan desas-desus yang dia buat dan kini terbukti muncul lagi di berbagai media asing, termasuk AlAraby.co.uk

Dalam gambar yang dirilis pada Kamis 19 November 2020 ini, Ratu Inggris Elizabeth II dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh melihat kartu ulang tahun pernikahan yang dibuat oleh 3 cicit mereka Pangeran George, Putri Charlotte dan Pangeran Louis, anak-anak dari Pangeran William dan Kate Middleton.
Dalam gambar yang dirilis pada Kamis 19 November 2020 ini, Ratu Inggris Elizabeth II dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh melihat kartu ulang tahun pernikahan yang dibuat oleh 3 cicit mereka Pangeran George, Putri Charlotte dan Pangeran Louis, anak-anak dari Pangeran William dan Kate Middleton. (AP/Chris Jackson)

Menurut teori Brooks-Baker, mendiang raja Inggris terhubung ke Nabi Muhammad melalui Earl of Cambridge abad ke-14, yang memiliki nenek moyang yang berasal dari Spanyol Muslim abad pertengahan.

Hubungan dengan Spanyol adalah dari sosok Putri Zaida asal Sevilla yang beragama Islam pada abad ke-11, yang dikatakan telah memeluk agama Kristen dan menjadi selir Raja Alfonso VI.

Meskipun demikian, klaim tersebut mendapatkan daya tarik di antara beberapa pimpinan besar Muslim di Mesir, Ali Gomaa.

Ia mengatakan pada tahun 2018 bahwa Elizabeth II memiliki ikatan darah dengan Nabi sejak 43 generasi.

Hubungan antara bangsawan Inggris dan Nabi Muhammad juga belum sepenuhnya ditolak oleh sejarawan Inggris, di mana David Starkey mengatakan pada 2018 bahwa teori itu "sama sekali tidak aneh".

Beberapa orang memandang klaim Brooks-Baker itu dengan skeptis.

“Jika Anda mundur cukup jauh, Anda dapat menemukan semacam sepupu ketiga 99 kali dihapus untuk siapa pun di dunia,” kata penulis Lesley Hazleton kepada History pada tahun 2019.

Sementara itu, menurut pihak lain yang melihat karakter Brooks-Baker, mengungkapkan ia pintar dalam mendapatkan ide teorinya tersebut. Hal ini akan menguntungkan jurnalis untuk menulis teori tersebut. (ADR)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved