Berita Internasional

Berusaha Menyusup Kastil Windsor, Pemuda di Inggris Ancam Bunuh Ratu Elizabeth Pakai Panah

Seorang pemuda bernama Jaswant Singh Chail (20), mengancam membunuh Ratu Elizabeth II menggunakan panah.

Editor: rika irawati
AP PHOTO/FRANK AUGSTEIN via Kompas.com
Ratu Elizabeth II melambaikan tangan ke massa saat perayaan Platinum Jubilee Pageant di Istana Buckingham, London, Minggu (5/6/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, LONDON - Seorang pemuda bernama Jaswant Singh Chail (20), mengancam membunuh Ratu Elizabeth II menggunakan panah.

Aksinya berhasil digagalkan saat berusaha menyusup ke Kastil Windsor tepat tinggal keluarga kerajaan.

Kejadian tersebut berlangsung pada awal Hari Natal 2021 dan sidan

Hal ini terungkap dalam sidang dakwaan dengan pengkhianatan yang berlangsung di Pengadilan Westminster Magistrates, Rabu (17/8/2022) waktu setempat.

Dalam sidang itu, Chail yang berasal dari Southampton, Inggris selatan, mengikuti sidang melalui panggilan video dari rumah sakit jiwa berkeamanan tinggi Broadmoor.

Baca juga: Ratu Elizabeth Buka Lowongan ART Magang: Disiapkan Gaji Rp 367 Juta, Pengalaman Tak Diutamakan

Baca juga: Keluar dari Kerajaan Inggris, Bagaimana Kelanjutan Hidup Pangeran Harry dan Meghan Markle?

Saat ditangkap, Chail mengenakan tudung, topeng, dan membawa panah yang pengamannya dilepas.

Chail berada dalam jarak pandang dari apartemen Ratu Elizabeth II, kata jaksa Kathryn Selby.

Chail diduga mengatakan kepada petugas perlindungan: "Saya di sini untuk membunuh Ratu," dikutip dari kantor berita AFP.

Tuduhan paling serius yang dia hadapi di bawah Undang-Undang Pengkhianatan yang berusia 180 tahun adalah "niat untuk melukai Yang Mulia Ratu Elizabeth II, atau membuat khawatir Yang Mulia".

Dalam kasus terakhir seperti itu, warga Inggris bernama Marcus Sarjeant dipenjara selama lima tahun pada 1981, setelah mengaku bersalah menembakkan tembakan kosong ke sang ratu ketika sedang berparade.

Chail juga didakwa membuat ancaman pembunuhan dan kepemilikan senjata ofensif.

Mantan pekerja supermarket yang menganggur itu tidak boleh mengajukan banding.

Chail juga diselidiki oleh Komando Kontra Terorisme Polisi Metropolitan, tetapi tindakannya tidak diperlakukan sebagai terorisme, kata jaksa.

Jaksa melanjutkan, Chail sebelumnya pernah berusaha menjadi Polisi Kementerian Pertahanan dan resimen infanteri Pengawal Grenadier untuk lebih dekat dengan keluarga kerajaan.

Baca juga: Gelombang Panas di Inggris Tembus 40 Derajat Celcius

Baca juga: Varian Baru Corona Ditemukan di Inggris, WHO Klaim Varian XE 10 Kali Lebih Menular dari Omicron

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved