Berita Kudus

Waspada DBD! Enam Warga Kudus Meninggal Akibat Demam Berdarah Dengue Periode Januari-Agustus

Enam warga di Kudus meninggal akibat demam berdarah dengue selama Januari-Agustus 2022.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
Pixabay
Ilustrasi demam berdarah dengue (DBD). Sepanjang Januari-Agustus 2022, kasus DBD di Kabupaten Kudus mencapai 386 kasus dengan enam kasus meninggal dunia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Enam warga di Kudus meninggal akibat demam berdarah dengue selama Januari-Agustus 2022.

Pada periode yang sama, kasus DBD di Kudus mencapai 386 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus Darsono mengatakan, kasus DBD ditemukan di wilayah 19 puskesmas yang ada di Kudus.

Meliputi, Puskesmas Kaliwungu, Sidorekso, Wergu Wetan, Purwosari, Rendeng, Jati, Ngembal Kulon, Undaan, Ngemplak, Mejobo, Jepang, Jekulo, Tanjungrejo, Bae, Dersalam, Dawe, Rejosari, Gribig, dan Gondosari.

Baca juga: Tekan DBD, Pemkot Semarang Kerahkan Serdadu Nyamuk Wolbachia, Apa Itu?

Baca juga: 9 Pasien Meninggal Akibat DBD, Dinkes Banyumas Minta Warga Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Menurut Darsono, tiga wilayah dengan temuan kasus terbanyak ada di Puskesmas Tanjungrejo sebanyak 39 kasus, Puskesmas Kaliwungu 38 kasus, dan Puskesmas Jati 34 kasus.

"Dari 19 puskesmas, total sepanjang Januari-Agustus ditemukan 386 kasus dari total penduduk 863.485 jiwa," terang Darsono, Kamis (8/9/2022).

Dia menyebut, angka kasus DBD terbanyak ditemukan periode April, mencapai 83 kasus.

Secara rinci, 51 kasus ditemukan pada Januari, 52 kasus pada Februari, 35 kasus sepanjang Maret, dan 83 kasus pada April.

Sementara, angka kasus DBD periode Mei, Juni, Juli, dan Agustus, masing-masing 45 kasus, 43 kasus, 38 kasus, dan 39 kasus.

Baca juga: Hasil Mengemis Digunakan Membayar Cicilan Mobil. Warga Kudus Terjaring Razia Satpol PP di Jepara

Baca juga: Bupati Kudus Nonaktifkan ASN Penimbun 12 Ton Solar Bersubsidi, Pemecatan Tunggu Putusan Hakim

Darsono menyampaikan, angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) mencapai 1,55 persen, yaitu enam orang dilaporkan meninggal dari 386 kasus yang ada.

Meliputi, satu kasus pada Januari, dua kasus Februari, dan masing-masing satu kasus April, Mei, dan Juni.

"Dari total kasus, semua tertangani oleh tim medis dari puskesmas setempat," ujarnya.

Terkait angka kasus DBD yang tinggi, Darsono mengimbau masyarakat Kudus lebih memerhatikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Serta, menggiatkan 3M (mengubur, menguras, dan menutup tempat penampungan air) plus untuk menekan angka DBD. (*)

Baca juga: Hadapi Persikabo yang Sedang On Fire, Ini Strategi PSIS Semarang Demi Lanjutkan Tren Positif

Baca juga: Kondisi Korban Kecelakaan Truk Tangki BBM di Cilacap, Tabrak Truk dan Tembok Rumah Warga

Baca juga: Pemuda asal Pekalongan Dibegal di Pertigaan Pius Kota Tegal, Sempat Terseret Motor Pelaku

Baca juga: Mardiono Angkat Suara Soal Penunjukkannya sebagai Plt Ketum PPP: Saya Tidak Pernah Punya Niat

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved