Berita Banyumas

9 Pasien Meninggal Akibat DBD, Dinkes Banyumas Minta Warga Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas meminta warga mengiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
ILUSTRASI. Petugas melakukan fogging di beberapa titik rawan yang ada di Kecamatan Kendal Kota, Kabupaten Kendal, Kamis (23/7/2020). Selama Januari-Juli 2022, kasus DBD di Banyumas mencapai 241 kasus dengan 9 kasus kematian. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas meminta warga mengiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Pasalnya, angka DBD di Banyumas cukup tinggi. Tercatat, ada sembilan kasus kematian akibat DBD sepanjang Januari-Juli 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banyumas dr Arif Sugiono mengatakan, jumlah keseluruhan kasus DBD sepanjang tujuh bulan tersebut mencapai 241 kasus.

"Dari total kasus tersebut, sembilan orang di antaranya meninggal dunia," kata Arif kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Ikut Sosialisasi, Pelaku UMKM di Banyumas Manfaatkan Fasilitas Pendaftaran NIB dari DPMPTSP

Baca juga: Sempat Drop Terima Kenyataan Buta, Dalang Tunanetra Banyumas Ki Suwandi Kini Ingin Menginspirasi

Baca juga: Dua Warga Aceh Ditangkap Polresta Banyumas, Jual Obat Psikotropika Berkedok Toko Seluler

Dia memprediksi, jumlah kasus DBD bertambah.

Bahkan, sampai akhir tahun ini, jumlah kasus yang terjadi bisa lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data Dinkes, sepanjang tahun 2021, tercatat ada 263 kasus DBD.

Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya meninggal dunia.

Untuk menekan kasus yang lebih tinggi, Arif mengimbau masyarakat menggencarkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) penyebab DBD.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengintensifkan PSN. Sebab, PSN akan efektif untuk menekan kasus DBD," ujar Arif. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Orang di Banyumas Meninggal akibat Demam Berdarah".

Baca juga: Hasil Akhir Persebaya Vs PSIS 1-0: Gol Menit Akhir Marselino Selamatkan Muka Bajul Ijo di Kandang

Baca juga: Peracik Bom Bali 1 Umar Patek Terima Remisi 5 Bulan, PM Australia Protes

Baca juga: Sidang Paripurna DPR Bahas RUU APBN 2023 Diwarnai Penolakan Kenaikan Harga BBM hingga Promosi Capres

Baca juga: Siswa SMPN 3 Kembang Jepara Dianiaya Teman Sekelas Gara-gara Tak Pinjami Tugas

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved