Berita Nasional

Peracik Bom Bali 1 Umar Patek Terima Remisi 5 Bulan, PM Australia Protes

Terpidana bom Bali 1, Umar Patek atau Hisyam bin Ali Zein menerima remisi atau pengurangan masa hukuman.

Editor: rika irawati
SURYA/m taufik
Terpidana kasus Bom Bali 1 Umar Patek dan istrinya, Ruqayyah, saat bertemu wartawan di Lapas Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019). Umar Patek menerima remisi lima bulan dari Kemenkum HAM dalam rangka HUT RI 2022. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Terpidana bom Bali 1, Umar Patek atau Hisyam bin Ali Zein menerima remisi atau pengurangan masa hukuman.

Umar Patek menerima diskon lima bulan masa hukuman.

Hal ini dibenarkan Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Rika Aprianti, Selasa (23/8/2022).

Rika mengatakan, Umar Patek mendapatkan remisi umum (RU) I tahun 2022.

Adapun RU I merupakan pengurangan sebagai masa hukuman yang diberikan pada 17 Agustus.

"Dapat 5 bulan dan saat ini sedang proses PB (pembebasan bersyarat)," kata Rika saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Garil Anak Korban Bom Bali I Bertemu Ali Imron Pelaku Pengeboman, Satu Pertanyaan Ini yang Diajukan

Baca juga: Viral, Video Mantan Napiter Abu Bakar Baasyir Akhirnya Mengkui Pancasila: Karena Dasarnya Tauhid

Rika mengatakan, Umar Patek telah memenuhi syarat administratif dan substantif sebagai narapidana terorisme memperoleh remisi.

Menurut dia, selama menjadi warga binaan, Umar Patek tidak pernah melanggar aturan dan berkelakuan baik.

Ia juga telah memenuhi syarat khusus bagi narapidana, yakni menyatakan setia kepada NKRI.

"Sudah menyatakan (setia kepada) NKRI, salah satu persyaratan khusus bagi warga binaan kasus terorisme," ujar Rika.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved