Berita Pekalongan

Mengaku Guru Spiritual, Penjual Ikan di Pekalongan Minta Korban Sayat dan Videoakan Area Intim

Penjual ikan asal Riau ditangkap anggota Satreskrim Polres Pekalongan atas kasus pelecehan seksual dan pelanggaran UU ITE.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria meminta keterangan tersangka kasus pelecehan seksual Afrizal dalam konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Jumat (26/8/2022). Penjual itu mengaku sebagai guru spiritual kemudian memeras korban hingga Rp 38 juta. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Penjual ikan asal Riau ditangkap anggota Satreskrim Polres Pekalongan atas kasus pelecehan seksual dan pelanggaran UU ITE.

Penjual ikan bernama Afrizal (29) tersebut mengaku sebagai guru spiritual dan meminta korban menyayat bagian sensitif tubuh dan merekam untuk membuat aura korban tak lagi gelap.

Setelah mendapat rekaman, dukun gadungan ini memeras dan mengancam korbannya yang seorang janda asal Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan, kejadian ini berawal saat korban bergabung di grup Facebook 'Terawang dan Arti Mimpi' awal Februari 2022.

"Dari grup tersebut, korban mendapat pesan pribadi dari pemilik akun FB bernama Fitria. Dia mengatakan bahwa aura korban gelap dan menyarankan korban berkonsultasi dengan orang pintar atau guru spiritual bernama ibu Sri."

"Ibu Sri ini yang dimaksud adalah tersangka Afrizal. Jadi, tersangka menyamar sebagai ibu Sri," kata Arief dalam konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Viral! Seorang Pria Diduga Polisi Aniaya Anak Muda di Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolres

Baca juga: Muncul 4 Parpol Baru di Kota Pekalongan Jelang Pemilu 2024

Setelah korban berkomunikasi dan berkonsultasi, tersangka menyarankan korban melakukan ritual pembersihan.

Ritual itu di antaranya, bersetubuh dengan anak kandung, memotong puting payudara (bagian sensitif tubuh), dan menyayat klitoris.

Semua ritual itu harus direkam dan divideokan.

Namun, setelah video itu dikirim korban, Afrizal justru memeras k orban.

"Lalu, tersangka mengancam korban akan menyebar video tersebut ke media sosial. Karena ancaman itu, korban mentransfer uang hingga Rp 38 juta karena takut videonya tersebar," imbuhnya.

Arief mengungkapkan, tersangka ditangkap di Terminal Kota Pekalongan saat akan melarikan diri.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka merupakan pelaku tunggal. Kami akan menggali dulu karena baru kemarin malam kami menangkap tersangka. Insyaallah, progres akan kami sampaikan," ungkapnya.

Namun, Arief menduga, ada korba lain Afrizal. Karena itu, dia mengimbau mereka melapor ke Polres Pekalongan ataupun polsek setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved