Berita Pekalongan

Viral! Seorang Pria Diduga Polisi Aniaya Anak Muda di Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolres

Video penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria diduga oknum anggota Polri berpakaian preman viral beredar di media sosial.

tribunnews.com
penganiayaan oleh oknum anggota polri. Seorang oknum anggota Polri Batang diduga melakukan penganiayaan kepada anak muda di Pekalongan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KABUPATEN PEKALONGAN - Video penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria diduga oknum anggota Polri berpakaian preman viral beredar di media sosial.

Insiden yang viral tersebut terjadi di Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan pun memberikan penjelasan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Video viral yang berdurasi 24 detik yang diunggah di beberapa akun media sosial tersebut memperlihatkan, oknum diduga polisi yang berdiri menggunakan baju warna putih dan memakai celana pendek memukul serta menendang anak muda.

Baca juga: Tak Terima Ditagih Utang, Warga Pekalongan Bacok Baihaqi, Sempat Terjadi Pertarungan Rebutan Celurit

Bahkan, seorang anak muda tercebur ke irigasi akibat ditendang oleh diduga oknum polisi itu.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di Pekalongan dan membenarkan yang melakukan adalah oknum anggota Polri.

Namun demikin, anggota Polri yang di dalam video viral tersebut bukan lah anggota dari Polres Pekalongan, melainkan Polres Batang.

"Terkait berita viral di media sosial, betul ada kejadian tersebut.

Namun, kasus ini sama sekali tak menyeret nama anggota Polres Pekalongan.

Melainkan anggota Polres Batang, yakni Brigadir DH," kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria saat konferensi pers yang diikuti tribunbanyumas.com, Selasa (26/7/2022).

Baca juga: PKB Kabupaten Pekalongan Mulai Terima Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2024, Dibuka sampai Agustus

Lokasi pemukulan dan penganiayaan tersebut, berada di jalan raya Bojong-Wiradesa, tepatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan pada, Minggu (24/7/2022) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Pihaknya menceritakan, pemukulan itu terjadi lantaran rumah mertua Brigadir DH didatangi sepuluh pemuda pada malam hari.

Mereka mengetuk pintu dan ada yang melempar batu.

Saat kejadian, Brigadir DH berada di rumah itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved