KPK OTT Bupati Pemalang

13 Saksi Diperiksa KPK untuk Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pemalang, Ada Sopir dan Dosen

Sebanyak 13 saksi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan jual beli jabatan BUpati Pemalang Mukti Agung Wibowo.

Editor: rika irawati
tribunbanyumas.com
Tangkapan layar Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo memakai rompi oranye (kanan) saat dihadirkan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (12/8/2022) malam. Sebanyak 13 saksi diperiksa, Jumat (19/8/2022), untuk kasus ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Sebanyak 13 saksi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan jual beli jabatan BUpati Pemalang Mukti Agung Wibowo.

Mereka diperiksa secara maraton di Mapolres Pemalang sejak Jumat (19/8/2022) pagi.

Dikutip dari Kompas.com, para saksi yang dipanggil berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari sopir, pejabat di Pemkab Pemalang, hingga dosen.

"Hari ini, pemeriksaan 13 saksi TPK terkait jual beli jabatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam pesan singkat.

Fikri mengatakan, 13 saksi tersebut adalah Muhammad Ade Sulaiman, seorang sopir; Puntodewo, kepala BKD Kabupaten Pemalang; Ady Gunawan, Kabid Jabatan dan Penilaian Kinerja BKD Kabupaten Pemalang.

Baca juga: Komentar Plh Bupati Mansyur Hidayat Terkait Penggeledahan KPK di Beberapa Kantor di Pemalang

Baca juga: KPK Geledah Tiga Kantor terkait OTT Bupati Pemalang, Dua Ruangan yang Disegel Belum Disentuh

Tuhana, dosen Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berperan sebagai pansel Jabatan tahun 2021; Mohamad Arifin, Mantan Sekda Kabupaten Pemalang sebagai Pansel Jabatan tahun 2021; Agus Gunawan Oesman, dokter yang juga sebagai Pansel Jabatan tahun 2021; Diryo Suparto, dosen Universitas Panca Sakti Tegal sebagai Pansel Jabatan tahun 2021.

Kemudian, Joko Priyono, Sub Koordinator Jabatan Bidang Jabatan dan Penilaian Kinerja BKD Kabupaten Pemalang; Musdalifah, PNS; Sodik Ismanto, Sekretaris DPRD Kabupaten Pemalang; Yulies Nuraya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang; Raharjo, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang; serta Moh Ramdon, kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pemalang.

Belum diketahui apakah para saksi tersebut diperiksa sekaligus atau dalam jadwal selama beberapa hari.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan lima pejabat bawahannya setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Karangan Bunga Terima Kasih KPK di Depan Kantor Bupati Pemalang, Diduga dari Pendukung yang Kecewa

Baca juga: OTT Pemalang: Dari 34 Orang yang Dibawa KPK, 6 Orang Tersangka, Siapa Saja?

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan uang tunai Rp 136 juta, rekening Bank Mandiri atas nama AJW berisi sekitar Rp 4 miliar, dan setoran uang atas nama AJW sebesar Rp 4000 juta.

KPK menjerat Mukti dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dari Sopir Sampai Dosen Ikut Dipanggil KPK dalam Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pemalang".

Baca juga: Lima Gunungan Ludes Tak Bersisa, Warga Kejawar Banyumas Tutup Rangkaian HUT RI 2022

Baca juga: Panasnya Persaingan Liga 1 2022. Baru Pekan Kelima, 3 Pelatih Dipaksa Hengkang dari Klub

Baca juga: Ayah Emil Dardak Dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta, Menteri PUPR: Beliau Pengarah Kami Semua

Baca juga: 15 Anak Bakal Jalani Potong Rambut Gimbal di DCF, Souljah dan Deny Caknan Meriahkan Panggung Hiburan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved