KPK OTT Bupati Pemalang

Komentar Plh Bupati Mansyur Hidayat Terkait Penggeledahan KPK di Beberapa Kantor di Pemalang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan penggeledahan kantor bupati dan sejumlah kantor dinas atau OPD di lingkungan pemerintah Pemalang.

tribunbanyumas.com/fajar bahruddin achmad
Penyidik KPK RI keluar dari Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemalang seusai melakukan penggeledahan, Senin (15/8/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) RI melakukan penggeledahan kantor bupati dan sejumlah kantor dinas atau OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (15/8/2022).

Sejumlah kantor dinas yang digeledah antara lain Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Sekretariat Daerah, dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemalang.

Wakil Bupati Pemalang yang juga Plh Bupati Pemalang, Mansyur Hidayat mengatakan, penggeledahan KPK hari ini kemungkinan untuk menindaklanjuti setelah penetapan beberapa tersangka kasus jual beli jabatan di Pemkab Pemalang.

"Mungkin ada data yang masih dicari," kata Mansyur Hidayat saat memberikan komentar kepada sejumlah awak media termasuk tribunbanyumas.com, Senin.

Baca juga: KPK Geledah Tiga Kantor terkait OTT Bupati Pemalang, Dua Ruangan yang Disegel Belum Disentuh

Ia menuturkan, penggeledahan KPK hari ini memang tidak ada koordinasi dengannya.

Mansyur pun merasa tidak perlu mencari tahu hal itu.

"Tadi saya sudah sampaikan, mungkin ada data yang belum atau apa saya tidak tahu.

Kalau yang itu, tanya langsung ke KPK," katanya.

Baca juga: 90 Menit Geledah Ruang Rapat dan Kepala BKD Pemalang, KPK Bawa Sejumlah Dokumen

Dalam kesempatan tersebut, awak media juga menanyakan terkait tujuan Bupati nonaktif Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo yang pergi ke Jakarta hingga akhirnya tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Mansyur menjelaskan ia tidak tahu menahu terkait kepergian Makti Agung Wibowo ke Jakarta.

Karena ia juga memang tidak diajak dan tidak diberi informasi. 

Ia sendiri saat itu sedang menerima disposisi tugas lain dari bupati.

"Saya tidak tahu.

Saya tidak diajak dan tidak diinformasikan," ungkapnya.

Baca juga: Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap, Penyidik KPK Geledah Kantor BKD dan Bupati Pemalang

Sebagai informasi, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW) ditetapkan sebagai tersangka jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang

Selain MAW, ada lima tersangka lainnya.

Mereka adalah Komisaris PD Aneka Usaha Adi Jumal Widodo (AJW), Pj Sekda Slamet Masduki (SW), Kepala BPBD Sugiyanto (SG), Kepala Diskominfo Yanuarius Nitbani (YN), Kepala DPUPR  Mohammad Saleh (MS). (*)

Baca juga: Karangan Bunga Terima Kasih KPK di Depan Kantor Bupati Pemalang, Diduga dari Pendukung yang Kecewa

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved