Berita Banjarnegara

Embun Es Menjadi Dilema Warga Dieng Banjarnegara: Tingkatkan Wisatawan namun Merusak Pertanian

Kemunculan embun es di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, akhir-akhir ini, meningkatkan kunjungan wisatawan.

Editor: rika irawati
istimewa
Fenomena embun es di kawasan dataran tinggi Dieng, pada Sabtu (18/1/2020). Tahun ini, fenomena embun es muncul beberapa kali. Dari sektor wisata, kemunculan embun es begitu dinantikan wisatawan. Namun, embun es tak diharapkan petani karena dapat merusak tanaman, terutama kentang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kemunculan embun es di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, akhir-akhir ini, meningkatkan kunjungan wisatawan.

Namun, fenomena ini, sebenarnya tak diharapkan para petani di wilayah tersebut.

Meski secara visual terlihat indah, kedatangan embun es atau oleh warga disebut mbun upas itu justru merusak tanaman pertanian warga.

Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono mengatakan, embun es dapat membuat tanaman petani, khususnya kentang, akan kering dan mati.

"Apalagi, bagi petani yang punya tanaman (kentang) umur dua bulan atau 70 hari, karena baru mau berbuah. Ketika terkena (embun es) jadi kering," kata Slamet saat dihubungi, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Makin Sering Terjadi! Embun Es Kembali Selimuti Dieng Banjarnegara, Sepekan Sudah Dua Kali Muncul

Baca juga: Potong Rambut Gimbal Digelar di Hari Kedua, Ini Rangkai Dieng Culture Festival 2022 Banjarnegara

Beruntung, kata Slamet, kemunculan embun es tahun ini belum sampai merambah ke area pertanian.

Embun es hanya muncul di lapangan sekitar candi.

"Memang sudah keluar beberapa kali tapi di area bawah, belum sampai ke lahan pertanian masyarakat," ujar Slamet.

Menurut Slamet, petani setempat hanya bisa pasrah ketika embun es menyelimuti area pertanian.

"Secara umum, petani mengeluh. Tapi, bagaimana pun karena hampir setiap tahun keluar embun es, petani menerima apa adanya," kata Slamet.

Meski demikian, fenomena embun es juga berdampak positif karena dapat menarik kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

"Kalau dari wisatawan, memang itu yang dinanti-nanti. Jadi, ada dua sisi, (wisatawan) senang ada embun es, di satu sisi petani mengeluh. Tapi bagaimana lagi ini fenomena alam," ujar Slamet.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2022 ini, fenomen embun es telah muncul beberapa kali.

Pertama, pada tanggal 4 Januari 2022.

Baca juga: Kecamatan Terluas di Banjarnegara, Lebih Luas dari Kota Magelang, Solo, Salatiga, Pekalongan, Tegal

Baca juga: Naik Truk karena Tidak Ada Angkot, Siswa SMPN 1 Pandanarum Banjarnegara: Bingung Kalau Kelewatan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved