Berita Kesehatan
Waspada! Kasus Cacar Monyet di Singapura Tembus 15 Kasus. Semua Pasien, Pria
Wabah cacar monyet atau monkeypox mulai merambah negara-negara di Asia Tenggara. Satu di antaranya, di Singapura, yang melaporkan peningkatan kasus.
Sejauh ini belum ada kasus yang membahayakan jiwa dari penderita.
Kondisi pasien-pasien, menurut MOH, masih stabil dengan gejala ringan.
Baca juga: Hasil Tes PCR Pasien Suspek Cacar Monyet di Jateng Keluar, Gubernur Ganjar: Negatif
Baca juga: Cegah Cacar Monyet, Bandara Ahmad Yani Semarang Perketat Pemeriksaan Prokes Kedatangan Penumpang
Sesuai prosedur, pasien cacar monyet di Singapura mesti dirawat di rumah sakit hingga pulih total.
Pasien baru dapat meninggalkan fasilitas isolasi setelah kondisinya sembuh total dan tidak lagi menular.
Singapura telah memotong masa karantina kontak dekat pasien yang terinfeksi dari 21 menjadi 14 hari, yang kemudian dilanjutkan dengan masa pemantauan selama 7 hari melalui konsultasi telepon.
Alasan utama pemotongan karena penularan cacar monyet hanya terjadi melalui kontak fisik kulit ke kulit dalam jangka waktu yang lama, misal berhubungan seksual.
Sejauh ini, Singapura belum mendapati ada kontak dekat yang tertular cacar monyet dari penderita.
MOH kembali menekankan bahwa risiko penularan cacar monyet ke masyarakat luas di Singapura sangat rendah. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cacar Monyet Singapura Sentuh 15 Kasus, 2 Kasus Saling Terkait".
Baca juga: 2 Jam, Puluhan Ribu Bungkus Nasi Uyah Asem Ludes. Dibagikan di Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Tebing Sungai Serayu di Maos Cilacap Longsor. Rusak Rumah Warga dan Ancam Makam
Baca juga: Puluhan Siswa di Tiga SD Slawi Wetan Muntah-muntah Seusai Jam Istirahat, Diduga Keracunan Maklor
Baca juga: Suami di Banyumas Tega Menjual Istri kepada Lelaki Hidung Belang. Menolak, Langsung Dianiaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ilustrasi-Cacar-Monyet.jpg)