Berita Kesehatan
Waspada! Kasus Cacar Monyet di Singapura Tembus 15 Kasus. Semua Pasien, Pria
Wabah cacar monyet atau monkeypox mulai merambah negara-negara di Asia Tenggara. Satu di antaranya, di Singapura, yang melaporkan peningkatan kasus.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SINGAPURA – Wabah cacar monyet atau monkeypox mulai merambah negara-negara di Asia Tenggara. Satu di antaranya, di Singapura, yang melaporkan peningkatan kasus.
Sejak kasus pertama ditemukan di Negeri Singa, 20 Juni lalu, hari ini, kasus cacar monyet di negara tersebut telah mencapai 15 kasus.
Singapura merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang mendeteksi kemunculan virus yang asal muasalnya dari Republik Demokratik Kongo di Afrika tersebut.
Kasus cacar monyet di Singapura terbaru diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) pada Jumat (5/8/2022) malam.
Dua penderita, kasus ke-14 dan kasus ke-15, diidentifikasi masing-masing adalah seorang pria berusia 54 tahun dan seorang pria lain berusia 25 tahun.
Kedua penderita adalah warga Singapura.
Baca juga: Satu Warga Jateng Suspek Cacar Monyet, Kemenkes Pastikan Bukan Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Baca juga: Cegah Cacar Monyet, Dinkes Kota Semarang Minta Warga Hati-hati Kontak dengan Hewan yang Flu
Menurut laporan kontributor Kompas.com di Singapura, Ericssen, pasien ke-15 adalah pasien paling muda yang terinfeksi cacar monyet di Singapura.
MOH juga untuk pertama kalinya mengumumkan penemuan kasus yang saling berkaitan, yaitu antara kasus ke-14 dengan kasus ke-13, yaitu seorang pria berumur 33 tahun.
Kementerian Kesehatan Singapura tidak merinci lebih jauh apa hubungan antara kedua pria dan bagaimana mereka saling terkait.
Penularan cacar monyet di Singapura
Sejauh ini, 15 penderita monkeypox di Singapura adalah pria.
Dari jumlah itu, 10 kasus adalah kasus infeksi lokal sedangkan 5 kasus lain merupakan kasus impor.
Dua penderita kasus impor berkewarganegaraan India dan sisanya Inggris, Estonia, dan Taiwan.
Untuk statistik usia, kasus ke-12 adalah yang tertua yaitu berusia 59 tahun.
Namun, rata-rata pasien cacar monyet di Singapura teridentifikasi berusia sekitar 30-an hingga 40-an.
Sejauh ini belum ada kasus yang membahayakan jiwa dari penderita.
Kondisi pasien-pasien, menurut MOH, masih stabil dengan gejala ringan.
Baca juga: Hasil Tes PCR Pasien Suspek Cacar Monyet di Jateng Keluar, Gubernur Ganjar: Negatif
Baca juga: Cegah Cacar Monyet, Bandara Ahmad Yani Semarang Perketat Pemeriksaan Prokes Kedatangan Penumpang
Sesuai prosedur, pasien cacar monyet di Singapura mesti dirawat di rumah sakit hingga pulih total.
Pasien baru dapat meninggalkan fasilitas isolasi setelah kondisinya sembuh total dan tidak lagi menular.
Singapura telah memotong masa karantina kontak dekat pasien yang terinfeksi dari 21 menjadi 14 hari, yang kemudian dilanjutkan dengan masa pemantauan selama 7 hari melalui konsultasi telepon.
Alasan utama pemotongan karena penularan cacar monyet hanya terjadi melalui kontak fisik kulit ke kulit dalam jangka waktu yang lama, misal berhubungan seksual.
Sejauh ini, Singapura belum mendapati ada kontak dekat yang tertular cacar monyet dari penderita.
MOH kembali menekankan bahwa risiko penularan cacar monyet ke masyarakat luas di Singapura sangat rendah. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cacar Monyet Singapura Sentuh 15 Kasus, 2 Kasus Saling Terkait".
Baca juga: 2 Jam, Puluhan Ribu Bungkus Nasi Uyah Asem Ludes. Dibagikan di Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Tebing Sungai Serayu di Maos Cilacap Longsor. Rusak Rumah Warga dan Ancam Makam
Baca juga: Puluhan Siswa di Tiga SD Slawi Wetan Muntah-muntah Seusai Jam Istirahat, Diduga Keracunan Maklor
Baca juga: Suami di Banyumas Tega Menjual Istri kepada Lelaki Hidung Belang. Menolak, Langsung Dianiaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ilustrasi-Cacar-Monyet.jpg)